Toleransi adalah satu kata yang mudah diucapkan, namun terkadang sulit di lakukan atau bahkan tidak tahu harus seperti apa melakukannya. Pelajaran ketika saya masih di SD tentang toleransi adalah memberikan kenyaman kepada orang lain melaksanakan ibadahnya. Sayangnya di kampung saya saat itu adalah keyakinannya adalah homogen, jadi pelajaran itu hanya sebatas pengetahuan saja. Pengetahuan itu bias seiring dengan kemampuan mendapat informasi saya semakin luas. Dalam satu waktu saya menemukan aliaran yang berbeda, tetua kami mengatakan bahwa itu adalah sesat, kafir dan sebagainya.
Samar seperti patamorgana, saya mendapatkan informasi bahwasannya “Suatu saat islam itu akan ada beberapa aliran, namun yang………” dst. Kini lebih banyak orang yang menggunakan pikiran sempitnya daripada hati nuraninya untuk bertindak. Islam adalah agama dengan mengedepankan rasa “CINTA” dalam artian yang luas. Seharusnya jika sepenggal kalimat itu kita sepakat seharusnya tidak ada perpecahan diantara umat islam sendiri.
Lazuardi dari tanggal 23 hingga 25 September 2015 meliburkan siswanya, untuk memberikan kesempatan melaksanakan ibadah idul adha di hari tersebut. Begitu pula bagi siswa atau karyawan yang melaksanakan di hari berikutnya. Secara pribadi saya melaksanakan idul adha di hari kamis dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban. Penyembelihan hewan qurban di lazuardi sebagai bentuk pembelajaran akan ibadah ini. Daging hasil pemotongan qurban ini disalurkan di lingkungan masyarakat sekitar.
Rabu, 23 September 2015
Kemarau Panjang
Kemarau adalah satu keadaan yang pasti dialami negara dengan iklim dua musim, namun permasalahannya adalah kemarau ini akan lama atau tidak. Pemerintah mengatakan bahwa kemarau panjang ini adalah akibat dari la nina. Apapun itu bagi saya yang tidak mempelajari tentang kealaman secara mendalam, bahwasannya manusia telah tidak bersahabat dengan alam. Sewaktu kecil saya masih merasakan berenang di sungai dengan keadaan sungai yang masih jernih, debitnya masih besar padahal kala itu kemarau panjang juga. Sekarang saya jarang menemukan sungai masih mengalir, yang sekarang nyata ditemukan adalah daerah gersang, hutan gundul,dan daerah pertanian puso.
Kini manusia lebih tidak bersahabat dengan alam, semakin tinggi pendidikan malahan semakin pandai beretorika. Dalam sepanjang perjalanan pulang kampung masih menemukan satu daerah di Cisalak Subang yang penduduknya masih bisa bertani hingga 3 kali masa tanam. Amati hutannya ternyata masih terjaga dengan baik. Walaupun mungkin masih ada keterlibatan penjagaan dari pemasok air mineral ternama. Terkadang masih ada sempalan kecil daerah yang masih terlihat air mengalir yang keluar dari tanah dan cukup untuk segelintir orang. Air itu dari kuburan yang diatasnya masih terjaga pohon-pohon besar (di daerah saya masih ada ketakutan menebang pohon kuburan). Dari situ saja kita tahu bahwa hutan yang lebat dapat menjadi tabungan air ketika kemarau panjang.
Walaupun di lazuardi cinere masih hijau dengan pohon-pohon, namun pohon yang tersedia belum mampu menjadi tabungan air di musim kemarau. Beberapa empang atau mini fishery kering kerontang, dan beberapa area rumput mati saking tidak kuatnya menghadapi kemarau panjang. Bukan berarti area rumput ini tidak disirami, karena hampir setiap hari dilakukan penyiraman. Hanya saja kita pun harus arif penyiraman dengan air tanahpun tidak baik karena ada keperluan yang lainnya.
Kini manusia lebih tidak bersahabat dengan alam, semakin tinggi pendidikan malahan semakin pandai beretorika. Dalam sepanjang perjalanan pulang kampung masih menemukan satu daerah di Cisalak Subang yang penduduknya masih bisa bertani hingga 3 kali masa tanam. Amati hutannya ternyata masih terjaga dengan baik. Walaupun mungkin masih ada keterlibatan penjagaan dari pemasok air mineral ternama. Terkadang masih ada sempalan kecil daerah yang masih terlihat air mengalir yang keluar dari tanah dan cukup untuk segelintir orang. Air itu dari kuburan yang diatasnya masih terjaga pohon-pohon besar (di daerah saya masih ada ketakutan menebang pohon kuburan). Dari situ saja kita tahu bahwa hutan yang lebat dapat menjadi tabungan air ketika kemarau panjang.
Walaupun di lazuardi cinere masih hijau dengan pohon-pohon, namun pohon yang tersedia belum mampu menjadi tabungan air di musim kemarau. Beberapa empang atau mini fishery kering kerontang, dan beberapa area rumput mati saking tidak kuatnya menghadapi kemarau panjang. Bukan berarti area rumput ini tidak disirami, karena hampir setiap hari dilakukan penyiraman. Hanya saja kita pun harus arif penyiraman dengan air tanahpun tidak baik karena ada keperluan yang lainnya.
EXTRACURRICULAR SEMESTER 1 2015-2016
Sudah seminggu program ini berjalan, program semesteran yang selalu diadakan guna menambah pengetahuan dan keterampilan siswa siswi lazuardi. Di sesi ini beberapa program yang dibuka antara lain: renang, fun cooking, airgocraft, taekwondo, sains, robotic, futsal, dan memanah. Memanah adalah satu program baru yang ternyata cukup menyita perhatian siswa, baik dari unit SD maupun SMP. Maka tak heran jika pesertanya membludak, untuk menyiasatinya dibuka 2 sesi atau mungkin bisa 3 sesi. Ada beberapa ekskul untuk semester ini yang kurang peminatnya seperti: keterampilan tanah liat, manga, fotografi, dan english.
Seperti biasa program ekskul ini dimulai dengan promo atau pengenalan kepada siswa mengenai program yang akan dipelajari. Selain itu juga diberikan brosur untuk dipelajari oleh oarangtuanya di rumah, karena pada semester ini tidak ada promo untuk orangtua. Namun yang baik dari sesi ini adalah masih tingginya minat siswa untuk mengikuti ekskul ini. Sekitar 25% dari total keseluruhan siswa lazuardi mengikuti ekskul di semester satu.
Sementara siswa yang tidak terlibat sudah merasa cukup dengan kegiatan unit aktivitas, seperti: pagelaran musik, choir, angklung, teater, marawis, menari, futsal, basket, pencak silat, permainan tradisional, melukis, tahsin-tahfiz, baca tulis alquran, computer, dan handycraft. Yang membedakan antara ua dan ekskul adalah ua merupakan program sekolah tanpa memungut biaya, jadi murni program sekolah untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Namun apakah sudah baik? Tentunya masih banyak kekurangan dan masih terus diupayakan untuk menjadi lebih baik. Sedangkan untuk ekskul orangtua harus mengeluarkan sedikit uang untuk keikutsertaan putra-putrinya.
Seperti biasa program ekskul ini dimulai dengan promo atau pengenalan kepada siswa mengenai program yang akan dipelajari. Selain itu juga diberikan brosur untuk dipelajari oleh oarangtuanya di rumah, karena pada semester ini tidak ada promo untuk orangtua. Namun yang baik dari sesi ini adalah masih tingginya minat siswa untuk mengikuti ekskul ini. Sekitar 25% dari total keseluruhan siswa lazuardi mengikuti ekskul di semester satu.
Sementara siswa yang tidak terlibat sudah merasa cukup dengan kegiatan unit aktivitas, seperti: pagelaran musik, choir, angklung, teater, marawis, menari, futsal, basket, pencak silat, permainan tradisional, melukis, tahsin-tahfiz, baca tulis alquran, computer, dan handycraft. Yang membedakan antara ua dan ekskul adalah ua merupakan program sekolah tanpa memungut biaya, jadi murni program sekolah untuk mengembangkan bakat dan minat siswa. Namun apakah sudah baik? Tentunya masih banyak kekurangan dan masih terus diupayakan untuk menjadi lebih baik. Sedangkan untuk ekskul orangtua harus mengeluarkan sedikit uang untuk keikutsertaan putra-putrinya.
HB.08-09-2015
Seiring dengan perkembangan waktu, dimana persaingan semakin ketat. Maka sudah sepatutnya kita harus memiliki kemampuan jauh di depan, baik dalam pemikiran maupun tindakan. Lompatan-lompatan pemikirian brilian akan menempatkan kita pada keberhasilan. Sebuah strategi yang sudah seharusnya dikembangkan untuk pendidikan adalah peningkatan mutu disegala bidang, secara konsep memiliki syarat:
a. Murah
b. Berakal pada sumberdaya dan inisiatif lokal
c. Tidak bertumpu pada birokrasi
d. Pihak intervensi (pmrnth) tidak memiliki kualitas yang baik, sudah sepatutnya ditata ulang lagi.
Dalam prosesnya harus adanya saling keterkaitan antara target yang hendak dicapai dengan potensi guru. Sehingga pada pelaksanaannya akan lebih alami, kontekstual, autentik, sesuai minat dan bakat, muah dan aksessibel.
a. Murah
b. Berakal pada sumberdaya dan inisiatif lokal
c. Tidak bertumpu pada birokrasi
d. Pihak intervensi (pmrnth) tidak memiliki kualitas yang baik, sudah sepatutnya ditata ulang lagi.
Dalam prosesnya harus adanya saling keterkaitan antara target yang hendak dicapai dengan potensi guru. Sehingga pada pelaksanaannya akan lebih alami, kontekstual, autentik, sesuai minat dan bakat, muah dan aksessibel.
Cerita Dibalik Super Camp 2015
Berlalu sudah acara super camp untuk tahun ini dan selalu memberikan nuansa tersendiri baik bagi siswanya atau guru pembimbingnya. Program tahun ini mencoba pangalaman baru dengan lokasi perkemahan di daerah Ciputat, tepatnya Perkemahan Tanah Tingal. Sekitar 13 kilometer dari Lazuardi Cinere, ditempuh tidak lebih dari 30 menit dalam keadaan ramai lancar. Keberangkatan sendiri dari sekolah sekitar jam 08.00. Beberapa kendaraan lazuardi mengantarkan acara tersebut dan juga orangtua.
Setibanya di lokasi siswa-siswi disambut dengan berdiri kokoh dan rindangnya pepohonan, serta sudah berjejer tenda untuk peristirahatan nanti malam. Siswa memindahkan barang dari mobil masing-masing dan terlebih dahulu berkumpul di aula untuk pembekalan. Apel sederhana dilanjutkan dengan pembagian tenda, pengenalan toilet dan kamar mandi serta lingkungan sekitar.
Nampak susana siswa yang tidak biasanya (seperti kurang semangat atau lainnya) mungkin dalam pikiran sebagian siswa sudah terbayang untuk sehari dan semalam akan jauh dari orangtua, tidur tidak senyaman di rumah. Di sinilah panitia berusaha menanamkan keyakinan bahwa orangtua mereka sangat akan bangga jika anaknya memiliki kemandirian, tanggung jawab juga sekaligus program sekolah untuk mempersiapkan diri kearah kedewasaan. Di sini siswa mandi, makan, pakai baju, mempersiapkan berbagai kegiatan sendiri. Yang mungkin sebagian siswa masih dilayani oleh orangtua atau asisten rumah tangga.
Kemasan berbagai acara disusun sebaik mungkin supaya anak merasa tidak bosan, walaupun dalam setiap kegiatan berisikan materi namun ketika mampu meramunya dengan santai dan kedekatan antara siswa dengan guru menimbulkan suasana yang fun. Ramuan acara keagamaan seperti shalat, berdoa membaca alquran, dan lainnya menjadi inti dari kegiatan ini. Disela-sela kegiatan di masukkan permainan.
Kegiatan malam yang paling di tunggu-tunggu adalah api ungun, diiringi dengan tausiyah tampak siswa mendengarkan dengan serus sambil makan umbi rebus dan teh manis. Sebelum acara ini mereka mengikuti permainan tebak misteriguest, dimana siswa mencari informasi yang tepat sesuai petunjuk. Games ini cukup menarik perhatian siswa dan juga menuntut kekompakan. Di siang hari pun ada permainan yang menuntut kerjasama, keberanian, dan strategi seperti permainan distribusi tepung, halang rintang, dan perang air.
Ketika hendak menjelang pulang ada beberapa siswa yang melontarkan pertanyaan " kok tr. tidak ada acara jurit malamnya? pasti seru kalau ada acara itu". Acara itu sepertinya asyik buat siswa, namun tidak baik untuk perkembangan selanjutnya. Karena justru yang menarik bagi siswa bukan pada materinya namun lebih kepada acara menakut-nakutinya.
Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan lancar, ini semua berkat dukungan pimpinan, orangtua, dan semua pihak termasuk bapak ibu guru yang sudah meninggalkan anak dan keluarganya. Bravo lazuardi
Setibanya di lokasi siswa-siswi disambut dengan berdiri kokoh dan rindangnya pepohonan, serta sudah berjejer tenda untuk peristirahatan nanti malam. Siswa memindahkan barang dari mobil masing-masing dan terlebih dahulu berkumpul di aula untuk pembekalan. Apel sederhana dilanjutkan dengan pembagian tenda, pengenalan toilet dan kamar mandi serta lingkungan sekitar.
Nampak susana siswa yang tidak biasanya (seperti kurang semangat atau lainnya) mungkin dalam pikiran sebagian siswa sudah terbayang untuk sehari dan semalam akan jauh dari orangtua, tidur tidak senyaman di rumah. Di sinilah panitia berusaha menanamkan keyakinan bahwa orangtua mereka sangat akan bangga jika anaknya memiliki kemandirian, tanggung jawab juga sekaligus program sekolah untuk mempersiapkan diri kearah kedewasaan. Di sini siswa mandi, makan, pakai baju, mempersiapkan berbagai kegiatan sendiri. Yang mungkin sebagian siswa masih dilayani oleh orangtua atau asisten rumah tangga.
Kemasan berbagai acara disusun sebaik mungkin supaya anak merasa tidak bosan, walaupun dalam setiap kegiatan berisikan materi namun ketika mampu meramunya dengan santai dan kedekatan antara siswa dengan guru menimbulkan suasana yang fun. Ramuan acara keagamaan seperti shalat, berdoa membaca alquran, dan lainnya menjadi inti dari kegiatan ini. Disela-sela kegiatan di masukkan permainan.
Kegiatan malam yang paling di tunggu-tunggu adalah api ungun, diiringi dengan tausiyah tampak siswa mendengarkan dengan serus sambil makan umbi rebus dan teh manis. Sebelum acara ini mereka mengikuti permainan tebak misteriguest, dimana siswa mencari informasi yang tepat sesuai petunjuk. Games ini cukup menarik perhatian siswa dan juga menuntut kekompakan. Di siang hari pun ada permainan yang menuntut kerjasama, keberanian, dan strategi seperti permainan distribusi tepung, halang rintang, dan perang air.
Ketika hendak menjelang pulang ada beberapa siswa yang melontarkan pertanyaan " kok tr. tidak ada acara jurit malamnya? pasti seru kalau ada acara itu". Acara itu sepertinya asyik buat siswa, namun tidak baik untuk perkembangan selanjutnya. Karena justru yang menarik bagi siswa bukan pada materinya namun lebih kepada acara menakut-nakutinya.
Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan lancar, ini semua berkat dukungan pimpinan, orangtua, dan semua pihak termasuk bapak ibu guru yang sudah meninggalkan anak dan keluarganya. Bravo lazuardi
Lazuardi Super Camp 2015
Alhamdulillah tanggal 10-11 September 2015, telah dilaksanakan acara tahunan yaitu super camp dengan lancar. Acara keagamaan yang dikemas sedemikian rupa supaya menyenangkan dan menimbulkan kesan yang mendalam dilaksanakan di Tanah Tinggi Ciputat. Siswa-siswi lazuardi mulai dari kelas 4 hingga kelas 6 pada waktu itu menjadi santriwan dan santriwati mencoba belajar menyatu dengan alam dan pepohonan di perkemahan Tanah Tinggal. Semalam jauh dari orangtua menjadi pengalaman baru bagi siswa-siswi kelas 4. Awalnya terlihat sulit namun inilah salah satu pembelajaran kemandirian yang ditanamkan oleh pihak sekolah.
Sehari atau semalam siswa-siswi harus mampu mempersiapkan dirinya, baik terkait hal urusan pribadi seperti: makan, minum, mandi, mempersiapkan keperluan untuk berbagai kegiatan dan lainnya. Bagi siswa-siswi yang di rumahnya sudah mandiri tentunya tidak ada masalah, namun bagi sebagian yang masih disiapkan oleh orang lain tentu ini akan menjadi pembelajaran yang baik.
Kemasan acara dari super camp sendiri meliputi berbagai kegiatan, seperti: diawali dengan pengenalan aturan dan lingkungan, mempersiapkan tenda senyaman mungkin, permainan, shalat dan mengaji, serta madih banyak lagi. Dengan pendampingan dari kakak mentornya (kalau di sekolah guru dan terapis) tim acara berusaha memberikan kemampuan terbaiknya guna menjadikan acara ini berkualitas.
Terima kasih kepada semua guru yang telah terlibat di acara ini, pimpinan dengan segenap supportnya, dan orangtua lazuardi yang telah mengizinkan dan mempercayakan siswa-siswinya. Mudah-mudah acara ini menjadi pembelajaran yang bermakna bagi siswa.(dari www.lazuardi-gis.net)
Sehari atau semalam siswa-siswi harus mampu mempersiapkan dirinya, baik terkait hal urusan pribadi seperti: makan, minum, mandi, mempersiapkan keperluan untuk berbagai kegiatan dan lainnya. Bagi siswa-siswi yang di rumahnya sudah mandiri tentunya tidak ada masalah, namun bagi sebagian yang masih disiapkan oleh orang lain tentu ini akan menjadi pembelajaran yang baik.
Kemasan acara dari super camp sendiri meliputi berbagai kegiatan, seperti: diawali dengan pengenalan aturan dan lingkungan, mempersiapkan tenda senyaman mungkin, permainan, shalat dan mengaji, serta madih banyak lagi. Dengan pendampingan dari kakak mentornya (kalau di sekolah guru dan terapis) tim acara berusaha memberikan kemampuan terbaiknya guna menjadikan acara ini berkualitas.
Terima kasih kepada semua guru yang telah terlibat di acara ini, pimpinan dengan segenap supportnya, dan orangtua lazuardi yang telah mengizinkan dan mempercayakan siswa-siswinya. Mudah-mudah acara ini menjadi pembelajaran yang bermakna bagi siswa.(dari www.lazuardi-gis.net)
Jumat, 18 September 2015
LAZUARDI BARU
Yah lama sudah tidak mengisi blog ini, kesibukan sana sini hingga melupakan "Si kecil yang mungkin tidak berarti". Judul lazuardi baru ini entah betul memang makna seperti itu atau hanya sebuah kata sensasi, namun satu yang pasti saya hanya mau mendeskripsikan tentang tahun ajaran baru 2015-2016. Bukan lazuardi kalau tidak berubah, satu contoh yang mudah terlihat adalah tema nama kelas tahun ini adalah inspirasi dari perbintangan, atau mungkin berbau angkasa luar lah.
Tengok saja kelas 1 ada yang namanya Sirius, Vega, Aldebaran. Kelas 2 ada namanya Betelgeuse, Saiph, Meissa, Rigel. Kelas 3 ada namanya Electra, Bellatrix, Canopus dan Arcturus. Kelas empat memiliki nama Antares, Auriga dan Alnair. Kelas lima ada namanya Alphard dan Auva. Sedangkan kelas enam ada namanya Zuben Elakrab, Zubenelgenubi dan Zubeneschamali. Perubahan ini diharapkan dapat menambah wawasan siswa dan juga memberikan stimulus pemikiran tentang hal-hal tersebut. Proses pembelajaran terkadang datang dari hal sepele yang mungkin nantinya akan menjadi pengembangan ketertarikan terhadap bakat dan minat anak.
Tiga kelas baru ini mengadopsi sistem pembelajaran Project Base Learning, proses pembelajaran di hasil akhirnya akan bermuara pada penciptaan berbagai jenis proyek dan juga bentuk-bentuk pelaporan. Dalam pelaksanaannya menuntut berbagai kemampuan secara holistik. Sistem pembelajaran ini digadang-gadang saat ini bakal mampu menjawab tantangan masa yang akan datang, atau dengan kata lain bekal anak didik di suatu saat nanti. Salah satu konsep pemikiran sederhana untuk PBL ini adalah mengacu dunia kerja. Dalam dunia kerja,yang sebenarnya ketika mengerjakan sebuah proyek atau lainnya pastinya akan dikerjakan hingga tuntas, dan setelah tuntas akan menyelesaikan projek atau tantangan yang lainnya. Proses penyelarasan inilah PBL secara kemungkinan besar dapat mempersiapkan anak belajar secara tuntas.
Gambaran ini tidaklah lengkap mengenai konsep PBL, namun yang pasti ini hanya sebagian kecil dari informasi tentang lazuardi di tahun pelajaran 2015-2016. untuk lengkapnya dapat mengakses webnya Lazuardi-Cinere.
Tengok saja kelas 1 ada yang namanya Sirius, Vega, Aldebaran. Kelas 2 ada namanya Betelgeuse, Saiph, Meissa, Rigel. Kelas 3 ada namanya Electra, Bellatrix, Canopus dan Arcturus. Kelas empat memiliki nama Antares, Auriga dan Alnair. Kelas lima ada namanya Alphard dan Auva. Sedangkan kelas enam ada namanya Zuben Elakrab, Zubenelgenubi dan Zubeneschamali. Perubahan ini diharapkan dapat menambah wawasan siswa dan juga memberikan stimulus pemikiran tentang hal-hal tersebut. Proses pembelajaran terkadang datang dari hal sepele yang mungkin nantinya akan menjadi pengembangan ketertarikan terhadap bakat dan minat anak.
Tiga kelas baru ini mengadopsi sistem pembelajaran Project Base Learning, proses pembelajaran di hasil akhirnya akan bermuara pada penciptaan berbagai jenis proyek dan juga bentuk-bentuk pelaporan. Dalam pelaksanaannya menuntut berbagai kemampuan secara holistik. Sistem pembelajaran ini digadang-gadang saat ini bakal mampu menjawab tantangan masa yang akan datang, atau dengan kata lain bekal anak didik di suatu saat nanti. Salah satu konsep pemikiran sederhana untuk PBL ini adalah mengacu dunia kerja. Dalam dunia kerja,yang sebenarnya ketika mengerjakan sebuah proyek atau lainnya pastinya akan dikerjakan hingga tuntas, dan setelah tuntas akan menyelesaikan projek atau tantangan yang lainnya. Proses penyelarasan inilah PBL secara kemungkinan besar dapat mempersiapkan anak belajar secara tuntas.
Gambaran ini tidaklah lengkap mengenai konsep PBL, namun yang pasti ini hanya sebagian kecil dari informasi tentang lazuardi di tahun pelajaran 2015-2016. untuk lengkapnya dapat mengakses webnya Lazuardi-Cinere.
Langganan:
Komentar (Atom)




