Bersamaan dengan Quality Time for Parents, Mini Orkestra atau Minor di launching untuk tahun ajaran 2017-2018. Kegiatan ini merupakan sarana untuk memupuk dan mengembangkan bakat serta minat anak didik lazuardi dari tingkat TK sampai SMP atau juga alumni Lazuardi. Ekstrakurikuler ini bersifat free dan dilaksanakan setiap hari Sabtu selama dua jam.
Minggu, 15 Oktober 2017
Parenting Generasi Millennia
Pada tanggal 14 oktober 2017 telah dilaksanakan Quality Time for Parents.Seminar kali ini di isi oleh Bu Viera Adella dengan moderator Bu Sari Kusuma Dewi. Di awali dengan prolog mengenai pembicaraan menarik dengan salah seorang orang tua yang merupakan seorang gadget reviewer.
Zaman sekarang jumlah pekerjaan semakin banyak dan variatif, salah satu yg baru dan unik adalah pekerjaan yang khusus untuk mencoba games-games terbaru untuk dirilis. Bahkan menurut beliau lagi, games nantinya akan dimasukkan ke dalam salah satu cabang Olimpiade dunia. Lalu, di tengah kekhawatiran kita terhadap kemasifan pengaruh gadget muncul kekhawatiran yang lain, yakni, apakah hal tersebut benar benar berpengaruh buruk menurut kita, namun bisa jadi belum tentu buat anak-anak millennial ini.
Saya rangkum seminar keren ini dalam bentuk bullets numbering agar lebih memahami runtutan materi yang sangat padat, cepat tapi bermakna dan bermanfaat.
- Bu Della mengawali diskusinya dengan bicara mengenali manusia dalam hal ini anak, dengan metode paling umum yakni metode milestone, yaitu patokan pertumbuhan berdasarkan usia, dimana pada rentang usia berbeda, anak juga memiliki kemampuan yang berbeda pula.
- Ternyata, bagi seorang anak kondisi mental paling nyaman adalah ketika berada di dalam rahim, karena kondisi di dalam rahim hampir tidak ada turbulensi.
- Kondisi ini bisa disebut juga kondisi autism, alias no contact with outside world.
- Anak menangis ketika lahir karena ada turbulensi ketika datang pertama kali ke dunia. Hal ini menunjukam bahwa turbulensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi si anak.
- Itulah mengapa penting sekali mempersiapkan anak untuk siap menghadapi dunia barunya.
- Anak masa kini kebanyakan adalah anak yg unik dan inklusif
- Sehingga kita harus berikan stimulasi sensori yg 'luas' bukan yang 'dalam'
- 'Dalam', maknanya di sini ketika si anak memiliki kelekatan dalam kepada sang ibu, yang lalu membuat mereka dalam fase "PW" atau merasa aman dengan kondisi ternyamannya.
- Yang baik adalah biasakan anak pada hal-hal yang baru dan luas, sehingga sensornya menjadi terbiasa dengan turbulensi dan tidak terkejut dengan adanya gejolak gejolak yang lumrah terjadi dalam hidup.
- Usia pra sekolah kemudian menjadi salah satu stage penting untuk melatih sensory pada anak.
- Pada stage ini, ketika orang tua lengah maka pembiasaan sensory tadi yang kemudian direbut oleh kehadiran gadget yang sangat memanjakan sensory visual mereka.
- Pada masa awal pra sekolah menjadi penting untuk memberikan perintah secara jelas dan melibatkan semua sensori sehingga anak dapat memahami dengan baik.
- Ketika bicara sesuatu, akan sangat baik jika orgtua juga menunjukan caranya kemudian ikut mempraktekkannya bersama anak, daripada sekitar perintah lisan dengan ceracau yang panjang namun tidak jelas.
- Regulasi bagi anak juga sangat penting. Orangtua harus bisa mengendalikan/mengerem perilaku anak. Kita harus tahu kapan menyetop adiksi anak terhadap sesuatu yg membuat mereka terobsesi.
- Kita adalah komisioner dalam organisasi parenting di rumah, kitalah yg mengapproval apa yg d lakukan anak.
- Hati-hati dengan istilah anak kreatif dan imajinatif. Kreatif adalah tentang make it happen sedangkan imajinatif baru sampai tahap membayangkan saja belum dengan action. Anak harus kita siapkan tidak berhenti pada level imajinatif, tapi juga kreatif. Yaitu mewujudkan keinginannya dg kerja keras dan konsistensi.
- Menghadapi anak millenial kita hrs tau buttonnya. Mereka amat kritis, sehingga jika kita sebagai orangtua kurang informasi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan hidup mereka, maka sulit bagi kita untuk terlibat dan memiliki pengaruh dalam hidup mereka. Pelajari dunianya, agar kita bs tau button mana yang kita tekan ketika mereka melakukan bargaining dengan kita sebagai komisioner.
- poin di atas itu baru openingnya 😀
1 : Siapa mereka
The me me generation, millennial, narcistic (research of UN National Institutes of health), lazy, fame oriented, spend more time tweeting about latests entertainment than political issues
Me me generation -> Anak selalu merasa hidup ini ya tentang dia dan dirinya. Namun anak sebenarnya seperti celengan, apa yg diisi itu yg dikeluarkan. Output sesuai input.
Kaitannya dengan fame, kadang-kadang orangtua yg mengafirmasi hal itu dengan mempromote narsistik melalui share foto-foto anak.
Laziness -> kegiatan fisik sebenarnya bisa distimulasi melalui kegiatan sederhana misalnya bantu membawa belanjaan atau household chores
Fokus poinnya bukan pada gadgetnya, tapi bagaimana moral development yang dibangun di rumah. Gadget adalah bentuk kemajuan yg tidak bisa kita hentikan.
Aliran informasi kencang tapi perekatan memori bermasalah. Oleh karenanya manfaatkan kemudahan informasi dari media sosial tersebut dengan mengintegerasikannya ke dalam materi belajar. Agar konten yang mereka bagikan, berisi materi keilmuan yang mencerdaskan mereka scara tidak langsung. Misalnya dengan penelitian yang kemudian di upload di youtube
Kaitannya lagi dengan fame -> ketika anak belum matang dalam penggunaan media sosial, maka mereka terlihat memperdagangkan diri mereka meskipun mereka tidak bermaksud demikian karena pola pikir mereka belum matang.
2. Apa ada positifnya berlama-lama dengan gadget?
Gadget fungsinya sebagai alat bantu dalam kehidupan, di mana generasi milenial adalah generasi yang menyukai kemudahan. Arahkan mereka memanfaatkan gawainya bukan menjadi korban adiksinya.
3. Apa harapan orangtua?
Semua orangtua memiliki keinginan sama yang mulia yakni membesarkan anak dengan keyakinan mereka akan mencapai cita-citanya.
Lalu apakah keinginan orangtua ini selaras dengan keinginan sang anak?
4. Apa keinginan anak?
Faktanya : Self centered ( berpusat pada diri sendiri) keinginan anak adalah bukan terpusat pada org lain namun pada dirinya sendiri. Mereka berupaya mencari yang terbaik buat diri sndiri dan masa depan mereka. Mereka punya courage nya sndiri ketika mereka sangat menginginkannya.
Gunakan fakta ini, bukan untuk memaksa anak, namun mengarahkan mereka ke tujuan, dan dukungan yang tepat dengan yg mereka butuhkan.
Kita geser ke dunia sekolah, di mana ini salah satu cara orang tua membuat anak mencapai mimpi.
Faktanya lagi, sekolah pun mengeluh.
5. Apa keluhan sekolah?
Sekolah melihat trend baru di mana anak terlihat kurang peduli pada belajar dan tidak betah menyelesaikan tugas. Ditekankan sekali lagi, bukan tidak bisa belajar namun tidak peduli.
Ini kemudian menimbulkan problematika baru, di mana dalam dunia kerja, ketuntasan kerja menjadi poin utama. Sehingga menjadi tugas kita bersama, anak harus didukung untuk bisa menyelesaikan target-target yang diberikan di sekolah.
Anak Millennial harus dikuatkan dalam proses hardwork, dan prinsip make it happen. Stimulasi mereka dg berbagai kegiatan fisik outdoor, motivasi untuk menuntaskan target dan memiliki keterampilan untuk mengeksekusi ide mereka menjadi kenyataan.
6. Millennials di setting belajar
task oriented and want options and choices : ajak anak diskusi dan berikan pilihan
expect attention : komunikasi dengan anak tidak mesti banyak tapi fokus, abaikan segala distraksi misalnya ketika mengobrol dengan anak dan tinggalkan segala gawai dan pekerjaan yang lain yg sedang dikerjakan.
expect feedback : Mereka butuh feedback dan masukan bukan judgement dan omelan.
multitask through multimedia : Jadikan gawai sebagai partner belajar bukan musuh.
think digital : konsep digital dalam berpikir, cepat dan melibatkan teknologi
work toward weekend or closing time : mereka tidak punya waktu batas belajar, inspirasi mereka untuk selalu belajar kapanpun di manapun karena dalam dunia digital informasi tidak pernah tidur.
they are impatient : latih sabarnya melalui kegiatan sederhana
want to be led : Sebagai leader, kita tentu harus lebih tau dari pada mereka, maka input orangtua juga harus banyak juga agar bisa mengarahkan anak dan menjadi leader mereka, generasi millennial. *Dirangkum oleh Maryati Hulalata-ASEO
Jumat, 30 Oktober 2015
KEGIATAN MINI FARM 2015
Kegiatan mini farm di semester 1 tahun pelajaran 2015-2016 ini agak
sedikit terhambat dengan kondisi alam kemarau panjang. ladang yang sudah
dipersiapkan dari jauh hari yaitu sekitar bulan september baru di minggu ini
bisa ditanami, benih yang sudah disemai antara lain: melon, timun suri, ubi,
dan semangka.
Menanam
merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap dua kali dalam setahun, hal ini
bertujuan untuk melatih kepedulian siswa akan lingkungan dan juga memberikan
pengalaman praktis dalam menanam, memelihara dan memanen hasil kebunnya.
BULAN BAHASA 28 OKTOBER 2015
Bulan bahasa yang setiap tahunnya dilaksanakan secara semarak oleh SD
Islam Lazuardi, kali ini menampilkan budaya dari berbagai pulau seperti
kelas 1 mengusung budaya Sumatra, kelas 2 membawakan budaya Papua, kelas 3 menampilkan tema budaya Maluku, budaya Kalimantan dipersembahkan oleh kelas 4,
Kelas 5 mengangkat budaya Jawa Sedangkan kelas 6 membawakan budaya Sulawesi. Rangkaian
perayaan Bulan bahasa ini benar-benar sangat meriah di lazuardi, hari pertama
saja diisi dengan perlombaan penampilan lagu daerah, hari kedua permainan
tradisional dan puncaknya pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2015 Lomba
pagelaran yang meliputi: tarian, nyanyian, peragaan kostum serta pameran. Yang menarik
dari pameran ini adalah selain memperlihatkan berbagai makanan khas daerah, pernak-pernik,
binatang, rumah adat, juga hasil karya seninya.
Acara ini sukses selain berkat kerja keras siswa,
guru dan karyawan juga melibatkan orangtua siswa. Salah satu program tahunan
yang selalu ditunggu-tunggu oleh siswa ini menjadi menarik lantaran selain
menggali nilai-nilai kebangsaan dalam kebinekaan juga tersirat suasana komptesisi
di setiap kelasnya. Tentunya nilai yang kita tanamkan adalah merupakan
pembelajaran untuk nantinya produktif, kreatif, toleran, dan rendah hati.
Rabu, 30 September 2015
PERSAHABATAN MAYA
Persahabatan bagai kepompong....mengubah ulat menjadi kupu
kupu....persahabatan bagai kepompong....hal yang tak mudah berubah jadi indah....persahabatan
bagai kepompong....
maklumi teman hadapi perbedaan.... itulah satu bait lagu yang menurut saya cukup enak didengar telinga. Namun bukan itu saja dengan persahabatan sesuatu yang tidak mungkin dapat terjadi, persahabatan dapat membuat kita tertawa, bahagia, senang , sedih dan berjuta perasaan lainnya. Persahabatan ini dapat terjalin karena ada beberapa faktor, seperti persamaan perasaan, minat, tujuan atau cita-cita.
maklumi teman hadapi perbedaan.... itulah satu bait lagu yang menurut saya cukup enak didengar telinga. Namun bukan itu saja dengan persahabatan sesuatu yang tidak mungkin dapat terjadi, persahabatan dapat membuat kita tertawa, bahagia, senang , sedih dan berjuta perasaan lainnya. Persahabatan ini dapat terjalin karena ada beberapa faktor, seperti persamaan perasaan, minat, tujuan atau cita-cita.
Mencari persahabatan dengan media, terutama internet. Belakang
ini dilakukan oleh kelas 3 PBL Bellatrix dengan siswa-siswi dari France.
Setadinya kegiatan ini akan dilakukan dengan surat-menyurat, namun dengan
perkembangkan teknologi sekarang ini internet jauh lebih cepat. Satu yang ingin
diajarkan bahwasannya beberapa waktu yang akan datang, dunia ini akan tanpa
batas. Nilai apa yang yang dimiliki oleh siswa tentunya berpikiran terbuka
bahwasannya dunia ini tidak hanya di huni oleh mahluk dari Indonesia.


Selain itu juga projek yang lebih awal adalah sebuah surat untuk warga negara Suriah yang sedang di landa konflik. Siswa diajarkan peduli terhadap kejadian dibelahan dunia lain. untuk imagenya akan segera menyusul.
Selasa, 29 September 2015
ENGLISH TUESDAY
English Tuesday adalah salah satu program pengayaan untuk meningkatkan kemampuan siswa-siswi lazuardi dalam penguasaan bahasa, khususnya bahasa Inggris. Program ini diprakarsai oleh "International Programm" dan dipandu oleh guru-guru lazuardi terutama pengajar bahasa Inggris. Dari satu waktu ke waktu lainnya tema yang diusung selalu berbeda, begitu pula dengan cara penyampaiannya, sehingga menjadi program menarik dan ditunggu oleh sebagian siswa.
Program ini dilaksanakan mulai jam 07.30 sampai dengan 08.00 WIB atau sekitar 30 menit. Siswa dikumpulkan di suatu tempat baik satu paralel, dua paparel atau gabungan satu unit SD. Selain English Tuesday, terdapat pula program untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang bahasa Inggris yaitu English Corner. Program ini dilaksanakan saat resses time setiap hari kamis. Dikemas dengan suasana santai, terkadang sambil makan dan minum, tempatnya pun dilaksanakan di samping kantin sekolah.
Semoga saja program ini semakin baik, dan mencapai hasil yang diharapkan.
Program ini dilaksanakan mulai jam 07.30 sampai dengan 08.00 WIB atau sekitar 30 menit. Siswa dikumpulkan di suatu tempat baik satu paralel, dua paparel atau gabungan satu unit SD. Selain English Tuesday, terdapat pula program untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bidang bahasa Inggris yaitu English Corner. Program ini dilaksanakan saat resses time setiap hari kamis. Dikemas dengan suasana santai, terkadang sambil makan dan minum, tempatnya pun dilaksanakan di samping kantin sekolah.
Semoga saja program ini semakin baik, dan mencapai hasil yang diharapkan.
Rabu, 23 September 2015
Toleransi Dalam Satu Keyakinan
Toleransi adalah satu kata yang mudah diucapkan, namun terkadang sulit di lakukan atau bahkan tidak tahu harus seperti apa melakukannya. Pelajaran ketika saya masih di SD tentang toleransi adalah memberikan kenyaman kepada orang lain melaksanakan ibadahnya. Sayangnya di kampung saya saat itu adalah keyakinannya adalah homogen, jadi pelajaran itu hanya sebatas pengetahuan saja. Pengetahuan itu bias seiring dengan kemampuan mendapat informasi saya semakin luas. Dalam satu waktu saya menemukan aliaran yang berbeda, tetua kami mengatakan bahwa itu adalah sesat, kafir dan sebagainya.
Samar seperti patamorgana, saya mendapatkan informasi bahwasannya “Suatu saat islam itu akan ada beberapa aliran, namun yang………” dst. Kini lebih banyak orang yang menggunakan pikiran sempitnya daripada hati nuraninya untuk bertindak. Islam adalah agama dengan mengedepankan rasa “CINTA” dalam artian yang luas. Seharusnya jika sepenggal kalimat itu kita sepakat seharusnya tidak ada perpecahan diantara umat islam sendiri.
Lazuardi dari tanggal 23 hingga 25 September 2015 meliburkan siswanya, untuk memberikan kesempatan melaksanakan ibadah idul adha di hari tersebut. Begitu pula bagi siswa atau karyawan yang melaksanakan di hari berikutnya. Secara pribadi saya melaksanakan idul adha di hari kamis dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban. Penyembelihan hewan qurban di lazuardi sebagai bentuk pembelajaran akan ibadah ini. Daging hasil pemotongan qurban ini disalurkan di lingkungan masyarakat sekitar.
Samar seperti patamorgana, saya mendapatkan informasi bahwasannya “Suatu saat islam itu akan ada beberapa aliran, namun yang………” dst. Kini lebih banyak orang yang menggunakan pikiran sempitnya daripada hati nuraninya untuk bertindak. Islam adalah agama dengan mengedepankan rasa “CINTA” dalam artian yang luas. Seharusnya jika sepenggal kalimat itu kita sepakat seharusnya tidak ada perpecahan diantara umat islam sendiri.
Lazuardi dari tanggal 23 hingga 25 September 2015 meliburkan siswanya, untuk memberikan kesempatan melaksanakan ibadah idul adha di hari tersebut. Begitu pula bagi siswa atau karyawan yang melaksanakan di hari berikutnya. Secara pribadi saya melaksanakan idul adha di hari kamis dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban. Penyembelihan hewan qurban di lazuardi sebagai bentuk pembelajaran akan ibadah ini. Daging hasil pemotongan qurban ini disalurkan di lingkungan masyarakat sekitar.
Langganan:
Komentar (Atom)







