Minggu, 24 September 2023

SOAL POST TEST KOMUNITAS PRAKTISI

MODUL 1: Pengaruh Komunitas Praktisi pada Kompetensi Guru dan Pembelajaran di Kelas

Soal Post Test

  1. Salah satu cara pendidik untuk meningkatkan kemampuan dan pemerataan literasi di sekolahnya adalah berbagi praktik baik mengenai…

a. Operasi numerik dengan alat bantu untuk anak 7-9 tahun

b. Membaca metode membaca fonik untuk anak usia 4-7 tahun ()

c. Pengenalan lingkungan dan warga sekolah

d. Integrasi perayaan kebhinekaan dengan PJOK

2. Setelah mengikuti temu pendidik, Ibu Nusan memodifikasi kegiatan belajarnya sehingga bisa mencapai tujuan pembelajaran dan selesai tepat waktu. Pengembangan kompetensi apa yang diperoleh Ibu Nusan dari sesi belajar temu pendidik bersama komunitas?

a. Perancangan dan pembelajaran efektif

b. Praktik komunikasi interpersonal

c. Refleksi kompetensi dan karakter diri ()

d. Banyak mengenal aplikasi pembelajaran

3. Komunitas praktisi mengembangkan kompetensi guru dengan cara …

a. Meminta anggotanya lebih adaptif terhadap lingkungan sosial

b. Mengawasi anggotanya agar lebih reflektif

c. Menjadi ruang berbagi praktik baik pembelajaran antar teman belajar()

d. Menjadi ruang diskusi kinerja murid

4. Modifikasi perlu dilakukan setelah meniru praktik baik untuk …

a. Menyesuaikan kebutuhan belajar murid dan guru

b. Memupuk kebiasaan baik berinovasi dan bukan menyontek

c. Menghormati sumber dan konteks asli praktik baik

d. Semua jawaban benar()



MODUL 2:  Merintis Pembentukan Komunitas Praktisi

  1. Langkah pertama untuk mulai menjaring pengikut pertama adalah ...

a. Mengajak bercakap-bercakap tentang keseharian kegiatan pembelajaran()

b. Menyebar tautan lembar pendaftaran komunitas

c. Menawarkan produk rekam jejak praktik baik

d. Menyebarkan survei terkait minat pengembangan kompetensi


  1. Saat memulai komunitas, sangat lumrah bagi penggerak komunitas untuk …

a. Memiliki rekan yang mahir pada bidangnya

b. Memiliki program kerja yang ideal, siap berjalan berdampak, dengan anggaran tersedia penuh()

c. Merasa sendiri, terombang-ambing, penuh kebingungan, dan rasa putus asa

d. Menyelesaikan tuntas semua alur dan program kerja lebih awal dari jadwal


  1. Memilih untuk memulai komunitas diwujudkan dengan…

a. Konsisten melakukan langkah-langkah kecil berdampak dan reflektif menjadikan tiap langkah semakin baik()

b. Memiliki sebuah program kerja super yang menyelesaikan semua isu di lapangan

c. Menjadi ruang-bersama para pakar dan ahli lintas bidang ilmu pengetahuan

d. Memastikan bahwa anggota bisa menggantungkan hidupnya pada komunitas


  1. Salah satu ciri guru yang akan berperan penting dalam menggerakkan komunitas adalah ...

a. Menyalahkan eksternal, termasuk murid ketika ada kesalahan atau kegagalan

b. Mengambil inisiatif berjejaring dengan rekan seprofesi()

c. Terampil mengelola kelas yang teratur dan tenteram

d. Selalu berusaha mematuhi arahan pimpinan, meskipun arahan pemimpin tidak berpihak pada murid


MODUL 3: Appreciative Inquiry dalam Percakapan Menggerakkan

  1. Dalam percakapan menggerakkan berbasis inkuiri apresiatif, pemimpin perlu memberi …

a. Paparan kegagalan setiap anggota tim

b. Pertanyaan pemantik untuk anggota tim()

c. Sasaran mutlak yang perlu dicapai setiap anggota tim

d. Nasehat-nasehat dan praktis bagi anggota tim


  1. Dalam rangka membangun iklim kelas atau komunitas merdeka dan terbuka, maka percakapan menggerakkan perlu dilaksanakan ...

a. Setiap awal periode

b. Menjelang ujian semester

c. Konsisten secara berkala()

d. Menjelang akhir tahun


  1. Percakapan menggerakkan diawali dengan ...

a. Menggali pengalaman bermakna teman/rekan terkait dengan materi belajar()

b. Menggali sasaran akhir yang hendak dicapai teman/rekan dari kegiatan belajar

c. Menentukan langkah-langkah sederhana mencapai tujuan belajar

d. Menentukan lokasi belajar bersama yang kondusif bagi komunitas


  1. P dalam ATAP sebagai Pelajaran memiliki makna …

a. Refleksi pengalaman dan perasaan diri terhadap aksi mengubah kondisi awal

b. Refleksi pengalaman dan perasaan diri terhadap tantangan di dalam dan luar komunitas

c. Refleksi pengalaman dan perasaan diri terhadap aksi yang sudah dilakukan dan hasilnya()

d. Refleksi pengalaman dan perasaan diri terhadap perubahan yang belum berhasil dilakukan


MODUL 4: Menguatkan Langkah-Langkah Awal Komunitas dengan Prinsip 5M

  1. Dua hal penting yang perlu berlanjut saat kita membangun keberlanjutan adalah…

  1. Ketersediaan dan konsistensi pelaksanaan praktik baik

  2. Kompetisi dan konsistensi dalam membuat konten sosial media 

  3. Ambisi dan persaingan antara anggota komunitas praktisi 

  4. Komunikasi dan praktik baik di luar konteks pembelajaran (√) 


  1. Dua wujud usaha memanusiakan hubungan ketika belajar yang dapat dilakukan ialah.....

a. Kehadiran pelatih ahli serta materi belajar modern

b. Pemetaan profil peserta belajar serta diferensiasi belajar (√) 

c. Asesmen berstandar dalam setiap akhir kegiatan belajar

d. Penggunaan piranti dan aplikasi TIK canggih dalam kegiatan belajar


  1. Memanusiakan hubungan membantu peserta komunitas belajar.....

a. Membangun hubungan penuh empati antar anggota komunitas (√)

b. Membangun jejaring eksternal guna memperluas jaringan komunitas

c. Merancang perbendaharaan materi belajar komunitas selama periode program

d. Merancang program kerja komunitas yang sesuai dengan tuntutan zaman


  1. Untuk menyiapkan komunitas sebagai ruang perlawanan miskonsepsi, maka guru anggota komunitas dapat segera memulai dengan …

a. Menerapkan praktik baik di kelas dan menyebarkannya di komunitas (√)

b. Banyak mengadakan webinar dan lokakarya dengan narasumber ahli

c. Menambah jumlah perangkat dan aplikasi TIK terkini untuk modernisasi pembelajaran

d. Terus memperluas jejaring komunitas hingga di luar ranah pendidikan



MODUL 5: Merawat Komunitas dengan Prinsip 5M


  1. Cara menjaring ide kegiatan berbagi praktik yang kontekstual adalah dengan…

a. Mengikuti rekaman rapat Kebijakan Pendidikan di Youtube

b. Meminta seorang guru untuk selalu menentukan ide/tema

c. Berdiskusi isu/tantangan yang sedang dihadapi sekolah

d. Mendaftar sesuai urutan buku paket pelajaran (√)

Note: Jawaban D dianggap salah


  1. Apa kegiatan sederhana yang dapat membuat komunitas tetap berlanjut atau tetap hidup?

a. Melaksanakan pertemuan dengan berbagai stakeholder

b. Merefleksikan kegiatan komunitas dalam laporan dampak (√)

c. Menggalang dukungan material, finansial, dan sosial

d. Membuat laporan, lalu menyimpan laporannya di lemari


  1. Laporan dampak komunitas dapat berisi tiga hal, yaitu...

  1. Jumlah bukti praktik baik, jumlah diskusi dalam grup, dan jumlah sesi berbagi praktik baik

  2. Rancangan pembelajaran di kelas, jumlah percakapan komunitas yang dimulai, jumlah sei berbagi praktik baik yang dilakukan

  3. Bukti praktik baik pembelajaran di kelas, jumlah percakapan komunitas yang diikuti, jumlah sesi berbagi praktik baik yang dilakukan

  4. Rancangan pembelajaran di kelas, jumlah percakapan komunitas yang diikuti, jumlah sesi berbagi praktik baik yang dilakukan (√)

Note: Jawaban D dianggap salah


  1. Miskonsepsi yang kerap dilakukan penggerak adalah menganggap bahwa menjadi penggerak berarti …

a. Selalu beraksi sendiri, bahkan melaksanakan semua lini tugas komunitas sendirian (√)

b. Selalu mendengarkan serta menghargai pendapat teman sekomunitas

c. Merancang rapat serta diskusi rutin berkala, bila dibutuhkan seminggu sekali

d. Merencanakan setiap program kerja serta pengembangan komunitas secara rinci

==================================================================

SOAL ALTERNATIF

  1. Warga-warga sekolah yang dapat diajak diskusi mengenai ide kegiatan berbagi praktik baik adalah...

a. Murid dan orang tua murid

b. Kepala sekolah dan tim administrasi

c. Rekan sesama guru

d. Semua jawaban benar (√)


  1. Apa prinsip yang perlu direfleksikan untuk membangun keberlanjutan komunitas?

a. Percakapan yang bersifat teori

b. Percakapan tentang kehidupan personal

c. Percakapan yang bersifat keluhan

d. Percakapan tentang praktik baik (√)


  1. Agar program kerja komunitas terkelola sesuai karakter komunitas, maka peran dan tanggung jawab setiap anggota komunitas perlu ditentukan oleh…

a. Anggota komunitas yang aktif saja

b. Pemimpin komunitas melalui penunjukan dan surat tugas

c. Setiap anggota melalui proses refleksi diri dan diskusi bersama (√)

d. Pemimpin komunitas melalui voting seluruh anggota komunitas













Selasa, 04 Juli 2023

Resensi Creative Schools: The Grassroots Revolution That’s Transforming Education. Ken Robinson.


Apa yang seharusnya diajarkan oleh sekolah kepada siswa saat ini? Dan bagaimana kita bisa menyelesaikan beberapa masalah yang menghantui sekolah kita saat ini? Ini hanya beberapa pertanyaan yang dibahas oleh Ken Robinson dan Lou Aronica dalam buku mereka, Creative Schools: The Grassroots Revolution That's Transforming Education. Buku Robinson dan Aronica terbagi menjadi sepuluh bab yang disusun dengan baik, termasuk pengantar dan penutup. Bab pengantar membahas pergeseran sosial dan budaya yang telah mempengaruhi pendidikan, dimulai dari Revolusi Industri (berpusat pada produksi massal dan efisiensi) hingga Era Komputer dan Informasi saat ini yang difokuskan pada penyebaran dan komputerisasi informasi. Para penulis berpendapat bahwa banyak sekolah di seluruh dunia masih mengadopsi sistem model-model kuno yang berasal dari zaman industri, yang secara asumsi menghambat kreativitas siswa. 

Jadi, bagaimana sekolah dapat mengajarkan kreativitas? Bab pertama menjelaskan bahwa kita harus membantu siswa menemukan bakat mereka sementara para guru bekerja untuk  mampu mengidentifikasi bakat tersebut, mengembangkan kreativitas dan yang penting adalah membantu mengembangkan keterampilan serta kreativitas tersebut. Namun, tekanan yang diberikan kepada guru dan siswa untuk berprestasi baik dalam ujian tertentu (Ujian Nasional) ini telah menyebabkan banyak guru mengajar hanya untuk ujian tersebut daripada menggali bakat dan kreativitas tersebut. Menurut para penulis, ujian berstandar telah gagal dalam mengukur kreativitas, dan justru kreativitas lah yang telah membedakan negara seperti Amerika Serikat dengan negara-negara lainnya. Pada akhir bab ini, kita menjadi bertanya-tanya apakah sekolah di Amerika tersebut telah keliru. Ini tampak seperti argumen yang terus-menerus digunakan oleh pembuat kebijakan, politisi, dan pemangku kepentingan lainnya ketika mendorong reformasi dalam pendidikan. Namun, kita tahu bahwa sekolah tidak buruk seperti yang terlihat. Lebih banyak siswa yang pergi ke sekolah saat ini daripada sebelumnya dan lebih banyak orang yang bisa membaca dan menulis karena sekolah. 

Pendidikan telah menjadi bagian penting di sebagian besar negara-negara di dunia dalam waktu yang cukup lama, dan banyak negara terus menginvestasikan banyak uang dan sumber daya dalam sistem sekolah nasional mereka. Bab dua menjelaskan mengapa pendidikan ini penting di sebagian besar negara saat ini. Para penulis menyatakan, "Pemerintah menginvestasikan begitu banyak dalam pendidikan karena mereka paham bahwa tenaga kerja terdidik sangat penting untuk kemakmuran ekonomi". Para penulis menjelaskan manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan pribadi dalam memberikan "pendidikan yang baik" untuk suatu negara kelak. 

Melanjutkan kajian dari buku ini tentang manfaat secara umum dari sistem pendidikan yang benar, bab tiga melihat kesuksesan pendidikan di Finlandia dan mencoba menjelaskan bagaimana negara seperti Finlandia dapat mengubah sekolah mereka dan membantu mengembangkan ekonomi mereka. Menurut penulis adalah pentingnya penggunaan teknologi baru di sekolah dan penggunaan teknologi yang tepat dalam pengajaran dan pembelajaran. Para penulis menyatakan, "Dalam pendidikan, saat ini ada banyak fitur yang muncul yang sedang mengubah konteks kerja sekolah dan budaya di dalamnya. Misalnya, penyebaran teknologi digital sudah mengubah proses belajara mengajar di banyak sekolah". Namun, masih belum jelas bagaimana inovasi teknologi baru ini akan digunakan untuk membantu meningkatkan kreativitas tersebut.

Contoh di dunia nyata tentang apa yang sudah dilakukan di beberapa sekolah untuk mengajarkan kreativitas dapat  ditemukan di bab empat. Bab ini sangat penting karena beberapa contoh praktis yang dibutuhkan (terutama rencana pembelajaran yang dirancang khusus untuk setiap siswa) banyak diadopsi oleh sekolah saat ini. Bab ini juga mengingatkan kita bahwa merancang sebuah pembelajaran, dimana kita mempertimbangkan/penyesuaian kurikulum sekolah secara holistik, misi/visi, serta desain perangkat sekolah. Menariknya, sebagian besar desain fokus pada lingkungan pembelajaran bebas, dimana ujian dipikirkan secara matang urgensinya dan kreativitas didorong oleh para guru dan administrator sekolah.

Dalam Bab lima, kita diingatkan bahwa mengajar adalah seni dan bahwa "guru yang baik" terus-menerus menyempurnakan pengajarannya untuk memenuhi kebutuhan siswa. Para penulis berpendapat bahwa pada tingkat paling dasar, "guru yang baik" membantu menginspirasi siswa mereka. Mereka melakukannya melalui apa yang penulis deskripsikan sebagai empat contoh, yaitu melibatkan, memungkinkan, mengharapkan, dan memberdayakan (engage, enable, expect, and empower). Engage memiliki arti terlibat; melibatkan; mengikatkan; terus terlibat; menyatukan; berperan; kata enable dalam Kamus Bahasa Inggris - Indonesia adalah memungkinkan atau membolehkan. Kata expect digunakan ketika kita mengharapkan sesuatu yang bisa diperkirakan kejadiannya atau bisa juga pasti terjadi. Dalam arti lain kata expect digunakan ketika kita meyakini bahwa sesuatu akan terjadi. dan Empower adalah proses menyeluruh yang memerlukan perencanaan, pemikiran mendalam, pemantauan, serta peningkatan secara terus menerus. Pada saat yang sama, "guru yang baik" membantu membina inspirasi, kepercayaan diri, dan kreativitas pada siswa mereka.

Bab enam membahas kurikulum sekolah yang berfokus pada kreativitas. Para penulis mendefinisikan kurikulum sebagai "kerangka kerja untuk apa yang seharusnya perangkat sekolah (guru, siswa, orang tua, dll) ketahui, pahami, dan mampu lakukan". Pada saat yang sama, para penulis menemukan bahwa kurikulum harus dirancang dengan mempertimbangkan: rasa ingin tahu, kreativitas, sikap kritis, komunikatif, kolaborasi, belas kasih, ketenangan, dan kewarganegaraan. Bab ini melanjutkan bagaimana mendefinisikan berbagai hal yang diajarkan di sekolah seperti seni, humaniora, ilmu pengetahuan, matematika, dll. 

Bab tujuh membahas tentang pergerakan menuju ujian dan kontroversi yang mengelilingi ujian berstandar/nasional. Para penulis menemukan bahwa pengujian berstandar telah menjadi bisnis besar di seluruh dunia. Hampir setiap negara saat ini berpartisipasi dalam ujian PISA atau TIMMS. Di Amerika Serikat, perusahaan seperti Person hampir secara eksklusif menguasai industri ujian berstandar. Meskipun para penulis menganggap penilaian penting, mereka berpendapat bahwa penilaian formal dan informal harus mendukung pembelajaran siswa dengan memotivasi siswa untuk belajar, serta memberikan perbandingan yang relevan untuk pencapaian, dengan menetapkan standar yang relevan untuk meningkatkan kesuksesan siswa.

Pentingnya proses menciptakan sekolah kreatif adalah kepala sekolah dan perangkatnya. Bab tujuh membahas apa yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah untuk menggabungkan kurikulum sekolah yang berfokus pada kreativitas. Para penulis melihat kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer, mereka menyatakan: "Kepemimpinan adalah tentang visi; manajemen adalah tentang implementasi". Selain itu, para penulis berpendapat bahwa jika perubahan ingin berhasil, perubahan harus terjadi dari bawah ke atas dan bukan sebaliknya. Para penulis memberikan beberapa contoh dari beberapa sekolah di mana perubahan menuju kurikulum yang lebih kreatif telah merasakan perubahannya.

Namun, bukan hanya sekolah yang bertanggung jawab untuk membantu siswa menemukan dan meningkatkan  bakat serta kreativitas mereka. Bab sembilan memberikan beberapa saran kepada orang tua tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu anak-anak mereka menjadi lebih kreatif. Orang tua pertama-tama perlu mengenal anak-anak mereka. Dengan kata lain kita harus memahami bahwasannya, siswa menjalani kehidupan yang sangat berbeda dari orang dewasa. Mereka menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram saat terhubung dan berkomunikasi dengan teman-teman mereka — begitu pula dengan alat yang digunakan oleh orang tua, untuk menggali bakat kreatif anak-anak mereka.

Terakhir, bab sepuluh menyimpulkan beberapa contoh dari sekolah-sekolah di seluruh dunia. Hal ini memberikan buku karya Robinson dan Aronica sebuah perspektif perbandingan dan internasional mengenai sekolah kreatif di seluruh dunia. Secara keseluruhan, buku karya Robinson dan Aronica memberikan suatu pemikiran dan kontribusi yang baik dalam memecah dari teori (tentang apa yang seharusnya dilakukan) menjadi praktik (tentang bagaimana melakukannya). Ini adalah nilai terbesar yang ditawarkan oleh buku ini. Buku ini sangat direkomendasikan bagi guru, administrator sekolah, dan siapa pun yang tertarik dengan bagaimana kreativitas dapat membantu meningkatkan sekolah dan masyarakat kita saat ini.

Jumat, 10 Februari 2023

SMART DAY LAZUARDI 2023

 SMART DAY yang awalnya Science fair dimana Lazuardi GIS saat itu menyajikan perkembangan pembelajaran di bidang Science, kini semakin banyak pembelajaran yang bergabung di kegiatan tersebut. S²M³ART meliputi pembelajaran Science, Social, Math, Market, Music dan Art. S²M³ART DAY 2023 dengan tema Tapestry of Creativities and Ideas merupakan rangkaian hasil karya pembelajaran dan unjuk talenta siswa-siswi TK, SD, dan SMP Lazuardi CGS berupa Science and Math Presentation, Social Studies Exhibition, Science Competition, Art Exhibition, Art Workshop, Meet The Expert, Market, dan Talent Show. 

Tahun ini dilaksanakan pada 

🗓️Hari/tanggal    : Sabtu, 11 Februari 2023

🕣Waktu             : 07.30  - 12.00 WIB

📍Lokasi            : Lazuardi GCS ( onsite)

Serta akan disiarkan langsung melalui Lazuardi GCS Youtube Channel. 

Untuk kegiatan Art sendiri menghadirkan pameran secara offline dan Online. Untuk pameran offline bertempat di gedung Alfarabi lantai 1, meliputi koridor lantai 1, Ruang Art, dan Ruang Musik.

Sementara untuk pameran menggunakan www.artsteps.com, berikut link yang bisa dikunjungi:

Pra TK/TK

SD Kelas 1 - 2

SD Kelas 3 - 4

SD Kelas 5 - 6

SMP Kelas 7 - 9

Rabu, 23 November 2022

Post Test Asesmen SMP - SMA/SMK/ Paket B - C

 TOPIK

Asesmen SMP - SMA/SMK/ Paket B - C

  • Memetakan Kompetensi Murid
  • Pembelajaran sesuai Kebutuhan Murid
  • Memberikan Umpan Balik dalam Proses Belajar
A. Memahami Asesmen

  1. Asesmen sebagai proses belajar bertujuan untuk …

  1. Sarana refleksi bagi murid terkait pencapaian diri terhadap capaian pembelajaran (√)

  2. Melakukan penilaian akhir capaian pembelajaran murid.

  3. Mendapatkan umpan balik bagi guru untuk memperbaiki pembelajaran di tema berikutnya.

  4. Melakukan pengecekan minat.

     Lainnya

B. Menyiapkan Asesmen SMP - SMA/SMK/ Paket B-C

  1. Perhatikan pernyataan berikut.

  1. Membuat catatan yang berisi keterampilan spesifik yang perlu dikembangkan.

  2. Menentukan indikator turunan dari tujuan pembelajaran.

  3. Membuat pemetaan berdasarkan tingkat penguasaan murid.

Tahapan dalam menyusun lembar amatan adalah

  1. 1-2-3

  2. 1-3-2(√)

  3. 2-3-1

  4. 2-1-3

  5. 3-1-2

     Lainnya

C. Penggunaan Hasil Asesmen SMP dan SMA/SMK/Paket B-C

  1. Perhatikan beberapa pernyataan berikut.

  1. Kesalahan dalam belajar itu wajar. Jika diterima, dikomunikasikan, dan dicarikan jalan keluar, maka kesalahan akan menstimulasi perkembangan otak murid.

  2. Belajar bukan tentang pemahaman, penalaran, penerapan, serta kemampuan menilai dan berkarya secara mendalam, tetapi tentang kecepatan. 

  3. Ekspektasi guru yang positif tentang kemampuan murid akan sangat mempengaruhi performa murid.

  4. Setiap murid itu sama, memiliki peta jalan belajar yang seragam, dan perlu dibandingkan dengan teman-temannya.

  5. Pengkondisian lingkungan belajar (fisik dan psikis) di sekolah dan rumah akan mempengaruhi pencapaian hasil belajar.

Manakah pernyataan yang kurang sesuai dalam menerapkan pola pikir bertumbuh?

  1. 1 dan 2

  2. 2 dan 4(√)

  3. 3 dan 5

  4. 2 dan 3

  5. 1 dan 5

     Lainnya

Soal Post Test Perencanaan Pembelajaran SMP/Paket B

Merancang Pembelajaran SMP/Paket BTOPIK

Perencanaan Pembelajaran SMP/Paket B

  • Merencanakan pembelajaran terstruktur dan kompeten
  • Menjadikan pembelajaran menjadi agenda menyenangkan
  • Belajar tidak hanya harus di kelas dan bangku formal
  • *Sebelum mempelajari topik ini, sebaiknya pelajari terlebih dahulu topik Kurikulum sebagai konsep dasarnya.

A. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (SD/Paket A, SMP/Paket B, SMA/K/Paket C/)

  1. Perhatikan visi satuan pendidikan berikut: Mencetak lulusan yang cerdas, unggul dalam IPTEK dan berwawasan global dengan berlandaskan Pancasila berdasarkan visi diatas maka disusunlah beberapa visi misi satuan pendidikan. Misi satuan pendidikan yang KURANG relevan dengan visi di atas adalah ….

  1. Melaksanakan program pembelajaran aktif inovatif kreatif dan menyenangkan dengan pendekatan STEAM.

  2. Mengembangkan kemampuan literasi digital peserta didik melalui perpustakaan digital.

  3. Membudayakan hidup disiplin,  berjiwa sosial,  berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

  4. Menumbuhkan kesadaran akan lingkungan melalui program cinta lingkungan. (√)



B. Merancang Pembelajaran SMP/Paket B

  1. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini:

1. Membuktikan pemahaman yang dicapai setelah mempelajari topik tertentu

2. Meningkatkan motivasi intrinsik peserta didik

3. Menjadi umpan balik proses pembelajaran

4. Membantu dalam menjelaskan manfaat pembelajaran dan tujuan pembelajaran

Pernyataan di atas yang terkait manfaat dari pertanyaan pemantik ditunjukkan oleh nomor . . . .

  1. 1 dan 3 (√)

  2. 1 dan 4

  3. 1 dan 2

  4. 3 dan 4



C. Refleksi dalam Pembelajaran SMP-SMA/SMK

  1. Bu Susan seorang guru SMP. Pada setiap akhir pembelajaran, Bu Susan selalu menanyakan kepada peserta didik apakah mereka sudah paham dengan pembelajaran yang dilakukan. Namun para peserta didik lebih cenderung memilih diam. Bu Susan sebenarnya ingin mengajak peserta didik untuk berefleksi. Apa yang bisa dilakukan Bu Susan agar bisa berhasil mengajak peserta didik melakukan refleksi?

  1. Menunjuk peserta didik untuk menyampaikan hasil refleksi berdasarkan panduan.

  2. Meminta semua peserta didik untuk menyampaikan hasil refleksi secara bergantian.

  3. Mengkondisikan peserta didik dalam posisi duduk yang rileks dan nyaman.  (√)

  4. Meminta semua peserta didik menempelkan hasil refleksi di kertas Plano.


Selasa, 07 Juni 2022

MERDEKA BELAJAR

 TOPIK

Merdeka Belajar

  • Pemahaman gagasan dan prinsip pendidikan berdasarkan pemikiran KHD
  • Pemahaman untuk mempasilitasi murid agar tumbuh sesuai dengan kodratnya.
  • Penerapan pembelajaran yang memerdekakan murid
Modul Pelatihan
Modul 1
Mengenali dan Memahami Diri Sebagai Pendidik
  • Mengenali Diri dan Perannaya Sebagai Pendidik
  • Apa Peran Saya Sebagai Guru


  • Ingin Menjadi Guru Seperti Apa Saya


Modul 2
Mendidik dan Mengajar
  • Mendidik Menyeluruh

  • Pendidikan Selama Satu Abad


  • Menjadi Manusia (secara) Utuh Kodrat keadaan

Modul 3
Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh
  • Kodrat Keadaan


  • Kodrat Alam 

  • Kodrat Zaman 

  • Asas Trikon

Modul 4
Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti
  • Budi Pekerti

  • Teori Konvergensi dan Pengarush Pendidikan

Modul 5
Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan a. Mengantarkan Murid Selamat dan Bahagia
  • Selamat dan Bahagia
  • Sistem Among
  • Merdeka Belajar Abad 21


b. Menciptakan Lingkungan Pembelajaran Terbaik Murid
  • Membimbing Murid, memperbaiki bangsa

  • Peran Keluarga, Sekolah dan Masyarakat


Selasa, 29 Maret 2022

Lelang Lukisan 2022

 


Lelang amal lukisan karya siswa tahun ini kembali menyemarakkan Lazuardi Gala Performance (LGP) 2022. Menghadirkan 8 lukisan karya terpilih dari siswa-siswi SMP Lazuardi GCS.

Selain sebagai bentuk apresiasi terhadap bakat dan minat siswa-siswi, khususnya dalam bidang seni, hasil dari lelang ini akan didonasikan untuk perkembangan pendidikan bagi kaum dhuafa melalui Amal Khair Yasmin.

Mari berpartisipasi dengan memberikan penawaran terbaik bagi kreativitas siswa-siswi SMP Lazuardi. Semoga menjadi pemicu lahirnya karya-karya indah, calon maestro penerus bangsa.

Karya yang dijadikan lelang ini coba dipamerkan dalam sebuah virtual art exhibition