Rabu, 25 Agustus 2010

BUKA PUASA BERSAMA DI LAZUARDI

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Islam, di bulan ini setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Sehingga banyak orang mengisinya dengan berbagai aktivitas baik tentunya. Tadarus, taraweh, shalat malam, shalat dhuha, beramal shaleh, buka puasa bersama anak yatim dan menyantuninya. Buka puasa adalah satu waktu yang paling membahagiakan, karena sepanjang hari dari terbit matahari hingga terbenam kita menahan keinginan akan makan dan minum selain itu juga menahan hawa napsu. Ber bagai makanan biasanya dipersiapkan ketika menjelang buka puasa, seperti minuman dingin, kolak, goreng-gorengan, manisan, sayuran , sup dan sebagainya. Tentunya sudah hal biasa berbuka dengan keluarga, tetapi bagi anak kelas 1 SD Islam Lazuardi pasti ini adalah buka puasa bersama diantara teman-temannya. Sebab pada tanggal 24 Agustus 2010 Sekolah Lazuardi mengadakan buka puasa bersama terutama untuk kelas satu dan dua, sedangkan untuk kelas 3 dan 4, 5 dan 6 hari selanjutnya bergantian.

Tampak kebahagiaan di raut mereka ketika berbuka diantara teman-temannya, lebih dari setengah siswa yang hadir dapat menyelesaikan pusanya dengan tamat hingga magrib. Sungguh suatu pengajaran dan kebiasaan yang baik nantinya. Anak sudah dilatih dalam berpuasa dan menahan hawa napsu padahal mereka baru menginjak kelas satu atau dua SD. Tak heran jika pihak sekolah memberikan apresiasi terhadap mereka yang telah berhasil meyelesaikan puasanya hingga saat itu dengan memberikan “penghargaan ramadhan”

Kegiatan buka puasa bersama diawali dengan persembahan musik, nyanyian dan tarian dari anak-anak tersebut. Dilanjutkan dengan cerita keislaman yang dibawakan oleh tr. Choirin. Lima menit menjelang adzan maghrib semua siswa mengambil wudlu untuk persiapan shalat maghrib. Seteleh berbuka dengan miinumandan makanan ringan, dilanjutkan dengan shalat magrib berjamaah yang melibatkan siswa, guru, karyawan dan orang tua. Makan besar merupakan acara terakhir sebelum semua siswa, guru dan orang tua meninggalkan acara buka puasa bersama. Semoga kegiatan ini selalu melekat diantara anak didik Lazuardi khususnya dan siapapun, sehingga dapat menjadi pemicu atau permulaan berpuasa dengan sebaik-baiknya.

Jumat, 20 Agustus 2010

17-AN DI LAZUARDI


Tujuh belajasan, kata yang kita kenal sebagai hari kemerdekaan Republik Indenesia. Di tanggal itu sebagian besar bangsa Indonesia melakukan hajat besar dengan mengadakan kegiatan upacara bendera, begitu pula dengan sekolah Lazuardi. Pagi-pagi sekitar jam 7 WIB lebih dari 500 siswa ditambah guru, karyawan dan orang tua melakukan upacara bendera yang bertempat di lapangan Al-Farabi. barisan-demi barisan dirapikan untuk membuat upacara ini terlihat baik dan berjalan lancar, hal ini terlihat dari petugas yang sibuk mondar-mandir dan menyiapkan setiap barisannya.
Hal yang selalu mendapat perhatian serius adalah ketika pengibaran bendera, karena selain memperlihatkan kemampuan dan performa dari Paskibra SMP Lazuardi cinere juga selalu memberikan kekagungan bagi yang melihatnya dan biasanya selalu memberikan trik dan teknik yang berbeda di setiap tahunnya, begitu pula dengan yang sekarang.
Selain itu yang menarik dari upara ini adala pembacaan naskah proklamasi yang dibacaka oleh bapak Peteran. bapak ini menurut kabar menjadi saksi dalam tonggak kemerdekaan tahun 1945.
Sebagai Pembina upara pada 17-an kali ini dipimpin oleh bapak Rahmad sebagai salah satu direktur Lazuardi, dalam pesannya supaya mengisi kemerdekaan ini dengan kerja keras dan usaha yang sebaik-baiknya.
Kibaran bendera merah putih menjadi meriah ketika menyanyikan beberapa lagu wajib, tampak ceria dan antusias dari peserta upacara terutama siswa-siswi Lazuardi. Mudah-mudahan kegiatan upacara tahun ini atau ulang tahun RI yang ke 65 ini memberikan kesan mendalam bagi semuanya, menambah kecintaan terhadap negeri ini, dan dapat memberikan yang terbaik bagi perkembangannya.

APA KATA ZHYANA TENTANG BATIK

Zhyana saat ini, siswa yang baru duduk di kelas VI Bidadari Lazuardi GIS. Beberapa hari yang lalu materi pelajaran Art adalah tentang apresiasi batik. Materi ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa dan nantinya sebagai bekal yang mudah-mudahan dapat bermanfaat, karena semua ilmu pasti memberikan manfaat. Beberapa pertanyaan dilontarkan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang batik ini antara lain: Apa yang diketahui tentang batik Nusantara, ia menjawab bahwa Batik nusantara disetiap daerah berbeda-beda. Perbedaan tersebut berasal dari budaya, sumber daya alam, dan ilmu pengetahuan dari masing-masing daerah. Pertanyaan kedua adalah Bisakah dijelaskan karakter batik daerah yang kalian ketahui? Batik Madura berdasarkan temanya diambil dari cerita atau legenda, juga warnanya yang cenderung kontras seperti: merah, kuning, biru dan hijau. Bahkan membuat bariknya pun dengan menggunakan bahan alam.

Motif batik tradisional masih dibuat dengan menggunakan canting, warnanya yang cenderung gelap seperti hitam , coklat, krem dll. Bahannya pun menggunakan bahan alam. Sedangkan motif modern sudah dibuat dengan menggunakan mesin cetak, warnanya cerah-cerah dan beraneka ragam. Bahannya sebagian menggunkan bahan kimia. Itulah jawaban dari pertanyaan ketiga tentang perbedaan batik tradisional dan modern. Bagaimana dengan fungsi batik yang kalian fahami? Fungsi batik berbeda dari jaman dahulu hingga sekarang. Jaman dahulu batik digunakan untuk status social atau untuk membedakan derajat, dan batik hanya digunakan oleh keluarga bangsawan. Sedangkan fungsi batik jaman sekarang adalah untuk dipakai ke pernikahan, sunatan dll. Bisa juga untuk dijadikan seragam sekolah. Jaman sekarang semua orang bebas memakai batik. Pertanyaan terakhir adalah daerah mana saja yang kalian ketahui memproduksi batik, jawabannya: Cirebon, Pekalongan, Tasikmalaya, Surakarta, Solo, Kalimantan, Papua, jambi, Yogya, Madura dll.

Tulisan dari jawaban ini 100 % tidak diedit hasil pemikiran siswa baik tata bahasa atau gramatikal, dan dipublikasikan sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil pemikiran meraka di dalam pelajaran art.

Senin, 09 Agustus 2010

CHARITY DAY LAZUARDI 2010

Charity day atau disebut juga dengan Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN) merupakan program tahunan yang hingga tahun ini masih dilaksanakan dan biasanya menjelang ramadhan. Gegap gempita masyarakat sekitar terlihat dari muka mereka yang tak sabar, karena dalam acara ini selain mereka mendapatkan paket sembako setengah harga. Selain itu juga mereka bisa mendapatkan pakaian, sepatu, perkakas, alat ibadah baik baru maupun bekas namun masih berkualitas baik atau layak dengan harga yang sangat murah.
From SMALL MATTER
Acara ini ditambah meriah lagi dengan penampilan rampak drum dari SMP Lazuardi cinere dan penampilan remana dari SMP Utama. Mungkin akan lebih semarak lagi jika bapak walikota Depok berkenan hadir dalam acara tersebut namun sayang undangan dari Lazuardi tersebut tidak bisa dihadirinya karena bapak walikota lagi ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan. Bagi mayarakat sekitar HKSN Lazuardi tetap saja menjadi hal yang menarik, mereka mungkin jarang mendapatkan
From SMALL MATTER
kesempatan ini, mungkin hanya sekali dalam setahun ini, maka proses perburuan dan perebutanpun terjadi disini, siapa cepat dia dapat, siapa beruntung dia dapat barang bagus. Namun diakhir juga masyarakat dapat memperoleh barang-barang yang digratiskan.
Terimaksih pada segenap keluarga besar Lazuardi yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, Yayasan, Orang tua, Karyawan dan lainnya, semoga kedepannya mampu memberikan lagi yang lebih banyak, bermutu dan bermanfaat.

Selasa, 03 Agustus 2010

LAZUARDI e-Exhibition

Link e-Exhibition: 2 Belitung
Link e-Exhibition: 4 Nias
Link e-Exhibition: 6 Matahari

KEBEBASAN DALAM MENGGAMBAR


Kebebasan anak dalam menggambar sama dengan membebaskan anak dalam menuangkan imajinasi dan mengungkapkan dirinya melalui gambar. Melalui menggambar, secara tanpa disadari anak dapat belajar memecahkan persoalan yang dihadapi. Dengan menggambar anak dapat bermain dan berekspresi dengan sepuas-puasnya.

Kegiatan menggambar bagi anak tidak selalu anak dilatarbelakangi dengan semangat berkesenian, melainkan lebih didorong oleh bagian dari permainan, sehingga menggambar bagi anak adalah bagian dari permainan, dimana mereka dapat mengembangkan daya imajinasinya. Pada anak-anak kreativitas sedang menonjol perkembangannya, dengan dorongan bermain dan keinginan hendak tahu yang membludak, hingga mudah tercapai penghayatan. Tuhan memberikan anugerah pada anak, hingga baginya bermain adalah pula belajar, bereksperimen, berekspresi dan berkreasi: Belajar sambil bermain, bermain sambil belajar (Tabrani, 2001: 95).

Usia 9 sampi 12 tahun disebut juga sebagai awal masa Realisme objektif. Pada tahap ini, penglihatan dan pengamatan terhadap objek sekelilingnya mengalami perkembangan. Mereka mulai memperhatikan hal-hal yang lebih detail, mampu membdedakan dengan yang lainnya dengan menggunakan logika-logika tertentu. Terlihat adanya kesadaran untuk menghias atau mengisi obyek gambar. Ketika membuat suatu gambar contohnya menggambar orang, ia sudah dapat membedakan gambar laki-laki dan perempuan dengan ciri-ciri yang lebih khusus lagi, bukan hanya sekedar kotak untuk anak laki-laki dan segi tiga untuk perempuan, atau rambut panjang untuk perempuan dan pendek untuk lagi-laki. Garis-garis rangka tubuh sudah ditinggalkan dan diganti dengan bidang untuk menggambarkan konsep volume atau ruang. Penggambaran X-ray juga telah hilang disadari sebagai sesuatu yang tak wajar atau kekanak-kanakan. Meskipun gambar lebih tampak realistis dan tidak berupa bagan, tetapi bukanlah berarti realsitis gambar hasil teknik fotografi.

Ciri-ciri :

  • Sudah mengenal lingkungan sekitar dengan pemahaman logika yang baik, maka ketika diajak untuk memahami hukum-hukum alam dapat dicerap dengan baik.
  • Bentuk kotak atau berisi sebagai penggambaran objeknya.
  • Ketika menggambar objek dengan tema orang sudah mampu menambahkan aksessoris yang biasa digunakan oleh orang atau manusia.
  • Kesan ruang atau dimensi terbentuk dari garis yang miring atau diagonal yang memotong dengan garis pertikal atau horizontal, sehingga terkadang mendapai kesan perspektif.
  • Sudah dapat membedakan mana ruang yang tertutup, sehingga tidak memungkin untuk menampilan objek yang tersembunyi di balik sana.
  • Pembagian yang baik disetiap area gambar, jadi tidak mungkin meninggalkan keryas gambar di sebuah area dalam ke adaal yang kosong, keseimbangan terkadang tidak lagi tersusun dari dua objek yang sama, namun dapat dibuat dari padu padan dengan yang lainnya.
  • Ruang sudah terbagi area dekan teng dan jauh.
  • Penggunaan warna secara subyektif sebagai ungkapan persaaan adan emosionalnya.
  • Menrencanakan sesuatu dengan baik, yang terkadang dapat tersusun atau terpola.

Untuk melihat gambar lain Silahkan klik ling: MATAHARI e-Exhibition

Jumat, 30 Juli 2010

MEMAHAMI GAMBAR ANAK


Begitu ceria, jujur, polos dan tanpa intrik sekecil apapun itulah fitrah anak kecil, riang dapat membaur dengan siapapun walaupun baru dikenalnya. Lantas apa sih yang sebenarnya ada di dalam fikiran mereka?.....permasahan demi permasalahan mereka hadapi dengan kepolosan, seperti air mengalir, kegembiraan, mereka lalui pula dengan dengan tapa pemikiran seperti angin datang menghembus dan entah hilang kemana. Saat ini sebagian dari mereka, kami dapat tampilkan apa yang menjadi perhatian, keinginan dan pemahaman dalam goresan gambarnya. Diambil atau didokumentasikan dari pelajaran menggambar anak grade 2 Belitung SD Islam Lazuardi. Untuk melihat hasil karya lainnya, silahkan klik linkini: BELITUNG e-Exhibition