Rabu, 25 September 2019

SIMULASI GEMPA LAZUARDI SEPTEMBER 2019





Gempa bumi adalah kejadian bergetarnya bumi yang diakibatkan oleh pergeseran lempeng bumi, pergerankan lempeng tektonik ini hingga dirasakan kepermukaan bumi. Guncanngannya mulai dari skala kecil hingga besar. Kejadiannya tidak pernah bisa diprediksi.  Indonesia merupakan daerah rawan gempa bumi karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu: Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.  Maka keadaan ini kemungkinan gempa sudah pasti sangat besar. Untuk mengurangi kerugian yang lebih besar baik dari sisi saranaa dan prasarana, pelatihan penanganan dan keselamatan gempa menjadi penting. 


Tengok negara Jepang, kita sama-sama tahu bahwa negara tersebut sering dilanda gempa. Namun pemerintah dan warganya sadar betul bagaimana mereka perlunya persiapan dan penanganan akan gempa. Struktur bangunan mereka dipersiapkan dengan baik, begitu pula dengan cara menyelamatkan diri mereka ajarkan kepada siswanya mulai dari kanak-kanak. Sehingga jatuhnya korban dapat diminimalisir.



Lazuardi memandang sangat penting untuk mempersiapkan anak didiknya memiliki pemahaman dan pengetahuan tentang penyelematan akan gempa. Hari ini tepatnya Rabu 25 September 2019 melaksanakan simulasi gempa, secara menyeluruh. Nampak suasana riuhnya ketika sirine pertama, untuk menyelamatkan diri di dalam kelas. Kemudian evakuasi ke lapangan terbuka. Mudah-mudahan pelatihan ini membawa dampak yang baik bagi pembelajaran siswa.


Senin, 26 Agustus 2019

SHALAT ISTISQA DI LAZUARDI


Manusia adalah makhluk lemah, maka tidak ada sesuatu pun yang perlu disombongkan. Ketika baru dilahirkan tidak ada sedikitpun daya yang dimiliki selain hanya menangis. Ketika dewasa tak jarang pula ketika tak mampu menghadapinya putus asa, namun dengan pengetahuan dan kesadaran dapat menjadikan tabah. Ketika tua kita akan kembali seperti bayi dengan wujud yang berbeda.
Saat ini MBKG mengisyaratkan kemarau yang panjang, sehingga imbasnya yang langsung terasa adalah susahnya mendapatkan air terutama air bersih. Tengok dibeberap daerah, lahan pertanian gagal panel Karena ketiadaan air. Kebakaran dimana-mana karena hutan atau lahan gambut yang kering, mudah memicu kebakaran.

Umat Islam sudah seyogyanya mengembalikan  kesadaran akan fungsinya sebagai manusia, yaitu sebagai mahkluk untuk menyadari eksistensinya sebagai manusia sendiri. Renungi apa yang telah dilakukan, lebih mawas diri, dan berbuat untuk lebih baik, bisa terhadap semasa manusia, lingkungan dan juga Tuhannya. Mungkin saat ini kita terlalu banyak mengejar dunia, sehingga melupakan fungsi kita sebagaimana di atas.




Pada kesempatan ini bulan Agustus akhir 2019 Lazuardi GCS mengadakan shalat Istisqa, ini adalah bentuk pengajaran dimana ketika sedang dilanda dengan musibah kekeringan. Shalat istisqa adalah shalat Sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajat tertentu

Sebagaimana diriwayatkan
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu ia berkata, "Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ke luar dengan berpakaian sederhana, penuh tawaduk dan kerendahan. Sehingga tatkala sampai di musala, dia naik ke atas mimbar, tetapi tidak berkhutbah sebagaimana khutbah kalian ini. Ia terus menerus berdoa, merendah kepada Allah, bertakbir kemudian salat dua rakaat seperti salat ketika Ied". (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan di hasankan oleh al-Albani).
Mudah-mudahan pembelajaran ini kelaknya membawa manfaat untuk anak didik kita, dan lebih berserah diri kepada Tuhan sebagai pencipta mahluk itu sendiri. Lebih mampu berbuat kebajikan baik terhadap sesame maupun terhadap alam ini.