Senin, 26 Agustus 2019

SHALAT ISTISQA DI LAZUARDI


Manusia adalah makhluk lemah, maka tidak ada sesuatu pun yang perlu disombongkan. Ketika baru dilahirkan tidak ada sedikitpun daya yang dimiliki selain hanya menangis. Ketika dewasa tak jarang pula ketika tak mampu menghadapinya putus asa, namun dengan pengetahuan dan kesadaran dapat menjadikan tabah. Ketika tua kita akan kembali seperti bayi dengan wujud yang berbeda.
Saat ini MBKG mengisyaratkan kemarau yang panjang, sehingga imbasnya yang langsung terasa adalah susahnya mendapatkan air terutama air bersih. Tengok dibeberap daerah, lahan pertanian gagal panel Karena ketiadaan air. Kebakaran dimana-mana karena hutan atau lahan gambut yang kering, mudah memicu kebakaran.

Umat Islam sudah seyogyanya mengembalikan  kesadaran akan fungsinya sebagai manusia, yaitu sebagai mahkluk untuk menyadari eksistensinya sebagai manusia sendiri. Renungi apa yang telah dilakukan, lebih mawas diri, dan berbuat untuk lebih baik, bisa terhadap semasa manusia, lingkungan dan juga Tuhannya. Mungkin saat ini kita terlalu banyak mengejar dunia, sehingga melupakan fungsi kita sebagaimana di atas.




Pada kesempatan ini bulan Agustus akhir 2019 Lazuardi GCS mengadakan shalat Istisqa, ini adalah bentuk pengajaran dimana ketika sedang dilanda dengan musibah kekeringan. Shalat istisqa adalah shalat Sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karena dibutuhkannya hujan untuk keperluan/hajat tertentu

Sebagaimana diriwayatkan
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu ia berkata, "Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam ke luar dengan berpakaian sederhana, penuh tawaduk dan kerendahan. Sehingga tatkala sampai di musala, dia naik ke atas mimbar, tetapi tidak berkhutbah sebagaimana khutbah kalian ini. Ia terus menerus berdoa, merendah kepada Allah, bertakbir kemudian salat dua rakaat seperti salat ketika Ied". (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi dan di hasankan oleh al-Albani).
Mudah-mudahan pembelajaran ini kelaknya membawa manfaat untuk anak didik kita, dan lebih berserah diri kepada Tuhan sebagai pencipta mahluk itu sendiri. Lebih mampu berbuat kebajikan baik terhadap sesame maupun terhadap alam ini.