Jumat, 07 Maret 2014

MENANAM NILAI



Istilah menanam adalah memasukan biji ke tanah dengan kedalaman tertentu dan beberapa hari atau bulan akan kelihatan hasilnya atau dengan kata lain menanam akan berhasil apabila proses menanam tadi melewati serangkaian proses dengan baik. Tidak semua menanam dapat memanen, terkadang ada gangguan yang mengakibatkan gagal panen. Proses menanam perlu perhatian dan pengawasan yang simultan atau terus menerus. Menanamkan sebuah biji lebih mudah ketimbang menanam sebuah Ahlak atau kebiasaan. Biji ahlak sangat abstrak dan manusia sebagai subjek yang ditanaminya. Menanam ahlak perlu ilmu, pendekatan, waktu, kesabaran, pengulangan dan lainnya.

Inilah salah satu menanam kebiasaan mencintai Allah dan Rosullulah SAW, yaitu ratiban yang dilaksanakan setiap Jumat di minggu ke dua dan ke empat. Dibimbing oleh seorang guru dan siswa mengikuti secara bersama-sama, lambat laun siswa menjadi hafal dengan lantunan-lantunan ratiban. Padahal kalau saya perhatikan bacaanya cukup panjang, akan selesai dibacakan hampir memakan waktu tidak kurang dari 20 menit, selanjutanya di ceritakan cerita-cerita suri tauladan yang diharapkan siswa dapat mengambil manfaat dari cerita tersebut.
Ratiban mulai diperkenalkan dari jenjang  kelas satu secara paralel atau berkelompok, hal ini bertujuan bahwa ahlak bagi kami sangat penting, perlu di ajarkan sejak dini untuk mencapai goal 20 Ahlak Lazuardi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar