Selasa, 28 Oktober 2014

SUMPAH PEMUDA 2014

Delapan puluh enam tahun silam, telah terjadi satu pertemuan yang saat itu apakah mereka terpikir, akan menjadi tonggak yang besar? Saya yakin tidak, mereka hanya punya  sebuah niatan yang tulus dan kecintaan terhadap nasib bangsa ini yang saat itu dalam kungkungan penindasan. Pemuda dengan semangatnya menyatukan berbagai perbedaan antara lain: perbedaan suku bangsa, perbedaan letak tempat tinggal dan perbedaan bahasa, mereka persatukan dalam" bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia, berbahasa persatuan bahasa Indonesia.

Kini kami sebagai pendidik mengajarkan kepada putra-putri yang orangtua percayakan kepada kami, tentang bagaimana berkehidupan dalam keragaman.

Kini kami sebagai pendidik kami kenalkan rasa masakan atau penganan mereka, sehingga kami tahu betul yang manis itu manis yang pahit itu pahit dan yang asin itu asin, saat ini kami telah mengajarkan rasa kehidupan dalam keragaman.

Kini kami kenakan pakaian mereka, sehingga kami tahu betul bangganya mereka dengan busana kebesarannya.

Pesta budaya kali ini, kami kenalkan saudara kami dari Melayu, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Bukan sebatas pakaian, kami perkenalkan berbagai hasil budaya, yang yang berhubungan dengan seni maupun makanan, begitu pula dengan nyanyian dan tariannya.

Dari kami para guru dan staf, dari siswa-siswi lazuardi, dari orangtua, dan pimpinan lazuardi. Acara kita oleh kita dan untuk kita untuk bersama-sama memberi makna tentang sebuah semangat perjuangan, meneruskan jalinan budaya yang dikemas dalam acara Sumpah Pemuda. Mungkin ini bagi sebagian pemikiran bukan hal yang besar, namun bagi kami ini adalah proses yang dipikirkan dengan segenap kemampuan, dan diaktualisasikan dengan seluruh potensi kami. Kami telah berusaha memberikan yang terbaik.

Terimakasih kepada orangtua yang telah berpartisapasi dalam pentas budaya 2014, tiada penghargaan yang layak, namun mari kita didik anak kita sebaik mungkin. Tiada penyesalan bagi sebuah kerja keras selain kepuasan.


Merapikan kembali



Tidak ada komentar:

Posting Komentar