Selasa, 04 Juli 2023

Resensi Creative Schools: The Grassroots Revolution That’s Transforming Education. Ken Robinson.


Apa yang seharusnya diajarkan oleh sekolah kepada siswa saat ini? Dan bagaimana kita bisa menyelesaikan beberapa masalah yang menghantui sekolah kita saat ini? Ini hanya beberapa pertanyaan yang dibahas oleh Ken Robinson dan Lou Aronica dalam buku mereka, Creative Schools: The Grassroots Revolution That's Transforming Education. Buku Robinson dan Aronica terbagi menjadi sepuluh bab yang disusun dengan baik, termasuk pengantar dan penutup. Bab pengantar membahas pergeseran sosial dan budaya yang telah mempengaruhi pendidikan, dimulai dari Revolusi Industri (berpusat pada produksi massal dan efisiensi) hingga Era Komputer dan Informasi saat ini yang difokuskan pada penyebaran dan komputerisasi informasi. Para penulis berpendapat bahwa banyak sekolah di seluruh dunia masih mengadopsi sistem model-model kuno yang berasal dari zaman industri, yang secara asumsi menghambat kreativitas siswa. 

Jadi, bagaimana sekolah dapat mengajarkan kreativitas? Bab pertama menjelaskan bahwa kita harus membantu siswa menemukan bakat mereka sementara para guru bekerja untuk  mampu mengidentifikasi bakat tersebut, mengembangkan kreativitas dan yang penting adalah membantu mengembangkan keterampilan serta kreativitas tersebut. Namun, tekanan yang diberikan kepada guru dan siswa untuk berprestasi baik dalam ujian tertentu (Ujian Nasional) ini telah menyebabkan banyak guru mengajar hanya untuk ujian tersebut daripada menggali bakat dan kreativitas tersebut. Menurut para penulis, ujian berstandar telah gagal dalam mengukur kreativitas, dan justru kreativitas lah yang telah membedakan negara seperti Amerika Serikat dengan negara-negara lainnya. Pada akhir bab ini, kita menjadi bertanya-tanya apakah sekolah di Amerika tersebut telah keliru. Ini tampak seperti argumen yang terus-menerus digunakan oleh pembuat kebijakan, politisi, dan pemangku kepentingan lainnya ketika mendorong reformasi dalam pendidikan. Namun, kita tahu bahwa sekolah tidak buruk seperti yang terlihat. Lebih banyak siswa yang pergi ke sekolah saat ini daripada sebelumnya dan lebih banyak orang yang bisa membaca dan menulis karena sekolah. 

Pendidikan telah menjadi bagian penting di sebagian besar negara-negara di dunia dalam waktu yang cukup lama, dan banyak negara terus menginvestasikan banyak uang dan sumber daya dalam sistem sekolah nasional mereka. Bab dua menjelaskan mengapa pendidikan ini penting di sebagian besar negara saat ini. Para penulis menyatakan, "Pemerintah menginvestasikan begitu banyak dalam pendidikan karena mereka paham bahwa tenaga kerja terdidik sangat penting untuk kemakmuran ekonomi". Para penulis menjelaskan manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan pribadi dalam memberikan "pendidikan yang baik" untuk suatu negara kelak. 

Melanjutkan kajian dari buku ini tentang manfaat secara umum dari sistem pendidikan yang benar, bab tiga melihat kesuksesan pendidikan di Finlandia dan mencoba menjelaskan bagaimana negara seperti Finlandia dapat mengubah sekolah mereka dan membantu mengembangkan ekonomi mereka. Menurut penulis adalah pentingnya penggunaan teknologi baru di sekolah dan penggunaan teknologi yang tepat dalam pengajaran dan pembelajaran. Para penulis menyatakan, "Dalam pendidikan, saat ini ada banyak fitur yang muncul yang sedang mengubah konteks kerja sekolah dan budaya di dalamnya. Misalnya, penyebaran teknologi digital sudah mengubah proses belajara mengajar di banyak sekolah". Namun, masih belum jelas bagaimana inovasi teknologi baru ini akan digunakan untuk membantu meningkatkan kreativitas tersebut.

Contoh di dunia nyata tentang apa yang sudah dilakukan di beberapa sekolah untuk mengajarkan kreativitas dapat  ditemukan di bab empat. Bab ini sangat penting karena beberapa contoh praktis yang dibutuhkan (terutama rencana pembelajaran yang dirancang khusus untuk setiap siswa) banyak diadopsi oleh sekolah saat ini. Bab ini juga mengingatkan kita bahwa merancang sebuah pembelajaran, dimana kita mempertimbangkan/penyesuaian kurikulum sekolah secara holistik, misi/visi, serta desain perangkat sekolah. Menariknya, sebagian besar desain fokus pada lingkungan pembelajaran bebas, dimana ujian dipikirkan secara matang urgensinya dan kreativitas didorong oleh para guru dan administrator sekolah.

Dalam Bab lima, kita diingatkan bahwa mengajar adalah seni dan bahwa "guru yang baik" terus-menerus menyempurnakan pengajarannya untuk memenuhi kebutuhan siswa. Para penulis berpendapat bahwa pada tingkat paling dasar, "guru yang baik" membantu menginspirasi siswa mereka. Mereka melakukannya melalui apa yang penulis deskripsikan sebagai empat contoh, yaitu melibatkan, memungkinkan, mengharapkan, dan memberdayakan (engage, enable, expect, and empower). Engage memiliki arti terlibat; melibatkan; mengikatkan; terus terlibat; menyatukan; berperan; kata enable dalam Kamus Bahasa Inggris - Indonesia adalah memungkinkan atau membolehkan. Kata expect digunakan ketika kita mengharapkan sesuatu yang bisa diperkirakan kejadiannya atau bisa juga pasti terjadi. Dalam arti lain kata expect digunakan ketika kita meyakini bahwa sesuatu akan terjadi. dan Empower adalah proses menyeluruh yang memerlukan perencanaan, pemikiran mendalam, pemantauan, serta peningkatan secara terus menerus. Pada saat yang sama, "guru yang baik" membantu membina inspirasi, kepercayaan diri, dan kreativitas pada siswa mereka.

Bab enam membahas kurikulum sekolah yang berfokus pada kreativitas. Para penulis mendefinisikan kurikulum sebagai "kerangka kerja untuk apa yang seharusnya perangkat sekolah (guru, siswa, orang tua, dll) ketahui, pahami, dan mampu lakukan". Pada saat yang sama, para penulis menemukan bahwa kurikulum harus dirancang dengan mempertimbangkan: rasa ingin tahu, kreativitas, sikap kritis, komunikatif, kolaborasi, belas kasih, ketenangan, dan kewarganegaraan. Bab ini melanjutkan bagaimana mendefinisikan berbagai hal yang diajarkan di sekolah seperti seni, humaniora, ilmu pengetahuan, matematika, dll. 

Bab tujuh membahas tentang pergerakan menuju ujian dan kontroversi yang mengelilingi ujian berstandar/nasional. Para penulis menemukan bahwa pengujian berstandar telah menjadi bisnis besar di seluruh dunia. Hampir setiap negara saat ini berpartisipasi dalam ujian PISA atau TIMMS. Di Amerika Serikat, perusahaan seperti Person hampir secara eksklusif menguasai industri ujian berstandar. Meskipun para penulis menganggap penilaian penting, mereka berpendapat bahwa penilaian formal dan informal harus mendukung pembelajaran siswa dengan memotivasi siswa untuk belajar, serta memberikan perbandingan yang relevan untuk pencapaian, dengan menetapkan standar yang relevan untuk meningkatkan kesuksesan siswa.

Pentingnya proses menciptakan sekolah kreatif adalah kepala sekolah dan perangkatnya. Bab tujuh membahas apa yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah untuk menggabungkan kurikulum sekolah yang berfokus pada kreativitas. Para penulis melihat kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer, mereka menyatakan: "Kepemimpinan adalah tentang visi; manajemen adalah tentang implementasi". Selain itu, para penulis berpendapat bahwa jika perubahan ingin berhasil, perubahan harus terjadi dari bawah ke atas dan bukan sebaliknya. Para penulis memberikan beberapa contoh dari beberapa sekolah di mana perubahan menuju kurikulum yang lebih kreatif telah merasakan perubahannya.

Namun, bukan hanya sekolah yang bertanggung jawab untuk membantu siswa menemukan dan meningkatkan  bakat serta kreativitas mereka. Bab sembilan memberikan beberapa saran kepada orang tua tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu anak-anak mereka menjadi lebih kreatif. Orang tua pertama-tama perlu mengenal anak-anak mereka. Dengan kata lain kita harus memahami bahwasannya, siswa menjalani kehidupan yang sangat berbeda dari orang dewasa. Mereka menggunakan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram saat terhubung dan berkomunikasi dengan teman-teman mereka — begitu pula dengan alat yang digunakan oleh orang tua, untuk menggali bakat kreatif anak-anak mereka.

Terakhir, bab sepuluh menyimpulkan beberapa contoh dari sekolah-sekolah di seluruh dunia. Hal ini memberikan buku karya Robinson dan Aronica sebuah perspektif perbandingan dan internasional mengenai sekolah kreatif di seluruh dunia. Secara keseluruhan, buku karya Robinson dan Aronica memberikan suatu pemikiran dan kontribusi yang baik dalam memecah dari teori (tentang apa yang seharusnya dilakukan) menjadi praktik (tentang bagaimana melakukannya). Ini adalah nilai terbesar yang ditawarkan oleh buku ini. Buku ini sangat direkomendasikan bagi guru, administrator sekolah, dan siapa pun yang tertarik dengan bagaimana kreativitas dapat membantu meningkatkan sekolah dan masyarakat kita saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar