Perkembangan kemampuan menggambar anak khususnya di Lazuardi tersalurkan atau difasilitasi dengan pelajaran Art & Craft. Mungkin ini adalah bentuk sebuah rekaman kecil tentang kegiatan anak dalam menggambar, terlihat sangat tertib, sungguh-sungguh dalam mengekspresikan ide, gagasan dan kemampuannya.

Diawal tahun pengajaran Art biasanya diberikan test awal yang berfungsi untuk mengetahui kemampuan awal dalam suatu periode tahun dan lebih jauh lagi sebagai tahap penilaian akan perkembangan kemampuan anak. Dari test ini akan terlihat kemampuan mereka dalam menuangkan idenya terutama dalam bentuk gambar, mungkin bagi sebagian anak kegiatan ini mudah, namun bagi sebagian lagi hal yang sangat menyulitkan sehingga beberapa menit atau jam berlalu buku gambarnya tetap kosong, atau juga ketika mampu menorehkan pensilnya tidak lebih sebagai bentuk peniruan terhadap teman disampingnya. Hal ini jelas ada sesuatu masalah bahwa anak belum mampu menuangkan idenya terutama dalam bentuk gambar. Hal inilah yang patut dicermati dalam perkembangan anak.
Selain itu kemampuan yang lain adalah tarikan garis, dimana tarikan garis ini akan memperlihatkan keadaan emosional anak. Garis tegas, kuat dan spontan menandakan emosioanal yang tenang, pasti dan tanpa beban, yang biasanya cenderung masa bodoh dengan kualitas karya. Yang penting bagi dia adalah kepuasan menyampaikan idenya, dan ….. selesai. Namun sebaliknya pengulangan garis pada setiap objeknya dan garis yang cenderung bergerigi atau tersendat-sendat dengan kualitas tampak tebal dan kotor akibat hapusan memperlihatkan sebuah emosional yang ragu dan ingin mencapai standar kualitas terbaiknya.
Perkembangan kemampuan anak dalam membuat objek akan terlihat apakah seorang anak berkemampuan heptic atau visual. Kedua-duanya sangat bertolak belakang, jika anak dalam hal ini cenderung membicarakan gambarnya dengan sangat antusias, ramai dan terkadang dahsyat. Namun apabila kita telaah sangat jauh dengan kualitas rupa yang ditampilkannya. Gambar bagi dia adalah seperti halnya bahasa, estetika jelas bukan mencapai keindahan, tetapi gambar sebagai sarana penyampaian informasi.
Sebaliknya dengan anak yang berkemampuan visual cenderung menjadi bahan pujian temannya, kerena kemampuannya dalam memvisualisasikan figure-figure tertentu dengan sangat menakjubkan, kesejukan udara gunung akan menyatu dengan ruh pemandangan alamnya. Suasana desa akan terasa pedeasannya yang berbeda dengan panas dan sibuknya suasana kota. Warna yang mengalir bukan sebagai refresentatif dari penentangan atau symbol, namun lebih sebagai goresan perasaan dan manipulasi akan interpretasi dan dimensi.Disamping ini adalah hasil karya Naila ZW yang berjudul Membuat Dunia Damai.Untuk melihat karya lainya silahkan masuk ke link : NIAS e-Exhibition
Tidak ada komentar:
Posting Komentar