Zhyana saat ini, siswa yang baru duduk di kelas VI Bidadari Lazuardi GIS. Beberapa hari yang lalu materi pelajaran Art adalah tentang apresiasi batik. Materi ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa dan nantinya sebagai bekal yang mudah-mudahan dapat bermanfaat, karena semua ilmu pasti memberikan manfaat. Beberapa pertanyaan dilontarkan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang batik ini antara lain: Apa yang diketahui tentang batik Nusantara, ia menjawab bahwa Batik nusantara disetiap daerah berbeda-beda. Perbedaan tersebut berasal dari budaya, sumber daya alam, dan ilmu pengetahuan dari masing-masing daerah. Pertanyaan kedua adalah Bisakah dijelaskan karakter batik daerah yang kalian ketahui? Batik Madura berdasarkan temanya diambil dari cerita atau legenda, juga warnanya yang cenderung kontras seperti: merah, kuning, biru dan hijau. Bahkan membuat bariknya pun dengan menggunakan bahan alam.
Motif batik tradisional masih dibuat dengan menggunakan canting, warnanya yang cenderung gelap seperti hitam , coklat, krem dll. Bahannya pun menggunakan bahan alam. Sedangkan motif modern sudah dibuat dengan menggunakan mesin cetak, warnanya cerah-cerah dan beraneka ragam. Bahannya sebagian menggunkan bahan kimia. Itulah jawaban dari pertanyaan ketiga tentang perbedaan batik tradisional dan modern. Bagaimana dengan fungsi batik yang kalian fahami? Fungsi batik berbeda dari jaman dahulu hingga sekarang. Jaman dahulu batik digunakan untuk status social atau untuk membedakan derajat, dan batik hanya digunakan oleh keluarga bangsawan. Sedangkan fungsi batik jaman sekarang adalah untuk dipakai ke pernikahan, sunatan dll. Bisa juga untuk dijadikan seragam sekolah. Jaman sekarang semua orang bebas memakai batik. Pertanyaan terakhir adalah daerah mana saja yang kalian ketahui memproduksi batik, jawabannya:
Tulisan dari jawaban ini 100 % tidak diedit hasil pemikiran siswa baik tata bahasa atau gramatikal, dan dipublikasikan sebagai bentuk apresiasi terhadap hasil pemikiran meraka di dalam pelajaran art.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar