Selasa, 03 Agustus 2010

KEBEBASAN DALAM MENGGAMBAR


Kebebasan anak dalam menggambar sama dengan membebaskan anak dalam menuangkan imajinasi dan mengungkapkan dirinya melalui gambar. Melalui menggambar, secara tanpa disadari anak dapat belajar memecahkan persoalan yang dihadapi. Dengan menggambar anak dapat bermain dan berekspresi dengan sepuas-puasnya.

Kegiatan menggambar bagi anak tidak selalu anak dilatarbelakangi dengan semangat berkesenian, melainkan lebih didorong oleh bagian dari permainan, sehingga menggambar bagi anak adalah bagian dari permainan, dimana mereka dapat mengembangkan daya imajinasinya. Pada anak-anak kreativitas sedang menonjol perkembangannya, dengan dorongan bermain dan keinginan hendak tahu yang membludak, hingga mudah tercapai penghayatan. Tuhan memberikan anugerah pada anak, hingga baginya bermain adalah pula belajar, bereksperimen, berekspresi dan berkreasi: Belajar sambil bermain, bermain sambil belajar (Tabrani, 2001: 95).

Usia 9 sampi 12 tahun disebut juga sebagai awal masa Realisme objektif. Pada tahap ini, penglihatan dan pengamatan terhadap objek sekelilingnya mengalami perkembangan. Mereka mulai memperhatikan hal-hal yang lebih detail, mampu membdedakan dengan yang lainnya dengan menggunakan logika-logika tertentu. Terlihat adanya kesadaran untuk menghias atau mengisi obyek gambar. Ketika membuat suatu gambar contohnya menggambar orang, ia sudah dapat membedakan gambar laki-laki dan perempuan dengan ciri-ciri yang lebih khusus lagi, bukan hanya sekedar kotak untuk anak laki-laki dan segi tiga untuk perempuan, atau rambut panjang untuk perempuan dan pendek untuk lagi-laki. Garis-garis rangka tubuh sudah ditinggalkan dan diganti dengan bidang untuk menggambarkan konsep volume atau ruang. Penggambaran X-ray juga telah hilang disadari sebagai sesuatu yang tak wajar atau kekanak-kanakan. Meskipun gambar lebih tampak realistis dan tidak berupa bagan, tetapi bukanlah berarti realsitis gambar hasil teknik fotografi.

Ciri-ciri :

  • Sudah mengenal lingkungan sekitar dengan pemahaman logika yang baik, maka ketika diajak untuk memahami hukum-hukum alam dapat dicerap dengan baik.
  • Bentuk kotak atau berisi sebagai penggambaran objeknya.
  • Ketika menggambar objek dengan tema orang sudah mampu menambahkan aksessoris yang biasa digunakan oleh orang atau manusia.
  • Kesan ruang atau dimensi terbentuk dari garis yang miring atau diagonal yang memotong dengan garis pertikal atau horizontal, sehingga terkadang mendapai kesan perspektif.
  • Sudah dapat membedakan mana ruang yang tertutup, sehingga tidak memungkin untuk menampilan objek yang tersembunyi di balik sana.
  • Pembagian yang baik disetiap area gambar, jadi tidak mungkin meninggalkan keryas gambar di sebuah area dalam ke adaal yang kosong, keseimbangan terkadang tidak lagi tersusun dari dua objek yang sama, namun dapat dibuat dari padu padan dengan yang lainnya.
  • Ruang sudah terbagi area dekan teng dan jauh.
  • Penggunaan warna secara subyektif sebagai ungkapan persaaan adan emosionalnya.
  • Menrencanakan sesuatu dengan baik, yang terkadang dapat tersusun atau terpola.

Untuk melihat gambar lain Silahkan klik ling: MATAHARI e-Exhibition

Tidak ada komentar:

Posting Komentar