Berlalu sudah acara super camp untuk tahun ini dan selalu memberikan nuansa tersendiri baik bagi siswanya atau guru pembimbingnya. Program tahun ini mencoba pangalaman baru dengan lokasi perkemahan di daerah Ciputat, tepatnya Perkemahan Tanah Tingal. Sekitar 13 kilometer dari Lazuardi Cinere, ditempuh tidak lebih dari 30 menit dalam keadaan ramai lancar. Keberangkatan sendiri dari sekolah sekitar jam 08.00. Beberapa kendaraan lazuardi mengantarkan acara tersebut dan juga orangtua.
Setibanya di lokasi siswa-siswi disambut dengan berdiri kokoh dan rindangnya pepohonan, serta sudah berjejer tenda untuk peristirahatan nanti malam. Siswa memindahkan barang dari mobil masing-masing dan terlebih dahulu berkumpul di aula untuk pembekalan. Apel sederhana dilanjutkan dengan pembagian tenda, pengenalan toilet dan kamar mandi serta lingkungan sekitar.
Nampak susana siswa yang tidak biasanya (seperti kurang semangat atau lainnya) mungkin dalam pikiran sebagian siswa sudah terbayang untuk sehari dan semalam akan jauh dari orangtua, tidur tidak senyaman di rumah. Di sinilah panitia berusaha menanamkan keyakinan bahwa orangtua mereka sangat akan bangga jika anaknya memiliki kemandirian, tanggung jawab juga sekaligus program sekolah untuk mempersiapkan diri kearah kedewasaan. Di sini siswa mandi, makan, pakai baju, mempersiapkan berbagai kegiatan sendiri. Yang mungkin sebagian siswa masih dilayani oleh orangtua atau asisten rumah tangga.
Kemasan berbagai acara disusun sebaik mungkin supaya anak merasa tidak bosan, walaupun dalam setiap kegiatan berisikan materi namun ketika mampu meramunya dengan santai dan kedekatan antara siswa dengan guru menimbulkan suasana yang fun. Ramuan acara keagamaan seperti shalat, berdoa membaca alquran, dan lainnya menjadi inti dari kegiatan ini. Disela-sela kegiatan di masukkan permainan.
Kegiatan malam yang paling di tunggu-tunggu adalah api ungun, diiringi dengan tausiyah tampak siswa mendengarkan dengan serus sambil makan umbi rebus dan teh manis. Sebelum acara ini mereka mengikuti permainan tebak misteriguest, dimana siswa mencari informasi yang tepat sesuai petunjuk. Games ini cukup menarik perhatian siswa dan juga menuntut kekompakan. Di siang hari pun ada permainan yang menuntut kerjasama, keberanian, dan strategi seperti permainan distribusi tepung, halang rintang, dan perang air.
Ketika hendak menjelang pulang ada beberapa siswa yang melontarkan pertanyaan " kok tr. tidak ada acara jurit malamnya? pasti seru kalau ada acara itu". Acara itu sepertinya asyik buat siswa, namun tidak baik untuk perkembangan selanjutnya. Karena justru yang menarik bagi siswa bukan pada materinya namun lebih kepada acara menakut-nakutinya.
Alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan lancar, ini semua berkat dukungan pimpinan, orangtua, dan semua pihak termasuk bapak ibu guru yang sudah meninggalkan anak dan keluarganya. Bravo lazuardi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar