Toleransi adalah satu kata yang mudah diucapkan, namun terkadang sulit di lakukan atau bahkan tidak tahu harus seperti apa melakukannya. Pelajaran ketika saya masih di SD tentang toleransi adalah memberikan kenyaman kepada orang lain melaksanakan ibadahnya. Sayangnya di kampung saya saat itu adalah keyakinannya adalah homogen, jadi pelajaran itu hanya sebatas pengetahuan saja. Pengetahuan itu bias seiring dengan kemampuan mendapat informasi saya semakin luas. Dalam satu waktu saya menemukan aliaran yang berbeda, tetua kami mengatakan bahwa itu adalah sesat, kafir dan sebagainya.
Samar seperti patamorgana, saya mendapatkan informasi bahwasannya “Suatu saat islam itu akan ada beberapa aliran, namun yang………” dst. Kini lebih banyak orang yang menggunakan pikiran sempitnya daripada hati nuraninya untuk bertindak. Islam adalah agama dengan mengedepankan rasa “CINTA” dalam artian yang luas. Seharusnya jika sepenggal kalimat itu kita sepakat seharusnya tidak ada perpecahan diantara umat islam sendiri.
Lazuardi dari tanggal 23 hingga 25 September 2015 meliburkan siswanya, untuk memberikan kesempatan melaksanakan ibadah idul adha di hari tersebut. Begitu pula bagi siswa atau karyawan yang melaksanakan di hari berikutnya. Secara pribadi saya melaksanakan idul adha di hari kamis dan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban. Penyembelihan hewan qurban di lazuardi sebagai bentuk pembelajaran akan ibadah ini. Daging hasil pemotongan qurban ini disalurkan di lingkungan masyarakat sekitar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar